1.11.15

Pengalaman Melamar Pekerjaan di Sebuah Lembaga Bimbingan Belajar (Bimbel)

Pengalaman Melamar Pekerjaan di Sebuah Lembaga Bimbingan Belajar (Bimbel)

Nah, Lembaga Bimbingan Belajar (LBB) atau popoler juga dengan Bimbel kini menjamur, utamanya di kota-kota. Selain peluang bagi siswa untuk mendapat alternatif tambahan belajar, tentu kehadiran Bimbel juga menjadi peluang untuk menjadi pengajar (guru, tentor, tutor). Kali ini saya bermaksud berbagi pengalaman, sekadar sharing. Tidak ada maksud apa-apa. Barang kali bisa bermanfaat. Check this out.....

Beberapa waktu lalu penulis mengantar istri check up kehamilan ke dokter. Kebetulan lokasinya berdekatan dengan kantor sebuah lembaga bimbingan belajar (LBB / Bimbel). Iseng-iseng sembari menunggu giliran penulis masuk kantor, melihat-lihat. Setelah itu berbincang dengan customet service. Menanyakan beberapa hal, termasuk lowongan kerja jadi pengajar di Bimbel tersebut. Beliau bilang, coba saja masukan surat lamaran.

Tak berlama-lama penulis lantas menulis surat lamaran. Satu dua minggu kemudian dapat panggilan lewat telepon. Katanya penulis harus ikut seleksi tulis terlebih dahulu.
Tes tulis diikuti dua orang termasuk penulis. Ada 15 soal esai yang harus diisi. Karena saya mengajukan lamaran pengajar bahasa Indonesia, maka soalnya pun perihal bahasa Indonesia. Waktu yang diberikan satu jam.

Selepas itu menunggu hasil, sekitar dua mingguan. Alhamdulillah lolos. Masuk tahap berikutnya, tes micro teaching pertama. Test Micro teaching pertama ini dinilai dan diamati oleh semacam tim penjamin mutu. Setelah micro teaching kita diberi beberapa masukan. Lolos tahan ini lanjut ke tahap micro teaching tahap kedua. Kali ini dinilai dan disaksikan oleh pengajar senior pelajaran yang bersangkutan. Karena saya melamar di posisis pengajar bahasa Indonesia, maka yang mengawasi / menilai adalah guru senior bahasa Indonesia. Sama seperti tahap pertama, diberikan masukan.

Tahap selanjutnya adalah observasi. Observasi yang dimaksud adalah melihat guru senior mengajar. Melihat, mengamati, mencatat poin penting. Lantas setelah itu diklat (pendidikan singkat). Tepat hari Rabu 28 Oktober lalu saya diklat di  kota tetangga. Isi diklatnya pemantapan SOP (standart operation procedur).


Selepas diklat berikutnya mulai mengajar. Beberapa Bimbel menerapkan semacam tahap percobaan. Ada juga yang langsung. Tahap percobaan itu tergantung Bimbelnya, ada yang 1, 2, atau 3 bulan. Jika dirasa sudah terbukti dedikasinya, akan disodorkan kontrak. Ya intinya kurang lebih sama dengan profesi lain, bukan?

Honornya LBB /  Bimbel berapa?
Nah, bagian ini sebenarnya yang paling sering ditanyakan. Saya tidak bisa menjawab pasti. Yang bisa dipastikan adalah semakin tinggi jam terbang, kian tinggi juga salary yang didapatkan. Impas, bukan?

Oya, tentu seperti profesi lainnya ada teken kontrak (perjanjian) terlebih dahulu. Pelajari dengan baik isi perjanjian tersebut. Dan akhirnya... Selamat bergabung di LBB / Bimbel....
 
Artikel ini insyaAllah masih bersambung....

Ada yang mau sharing juga, silakan...

Demikian Pengalaman Melamar Pekerjaan di Bimbel. Semoga manfaat. Salam hangat selalu

Lihat Juga : Intip Gaji Guru Honorer
Intip penghasilan dokter

Info CPNS PPPK 2019 & Pelajaran Bahasa Indonesia

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...