tas
Home » , , » RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN CERPEN BAHASA INDONESIA

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN CERPEN BAHASA INDONESIA

Written By Prito Windiarto on 01 May 2011 | 4:51 PM







RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Nama Sekolah : MA Darul Huda
Mata pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas/Semester : X/1
Alokasi Waktu : 2 × 45 menit

A. Standar Kompetensi
Berbicara
6. Membahas cerita pendek melalui kegiatan diskusi

B. Kompetensi Dasar
6.2. Menemukan nilai-nilai cerita pendek melalui kegiatan diskusi

C. Indikator
1. Menemukan nilai-nilai dalam cerpen
2. Membandingkan nilai-nilai yaang terdapat dalam cerita pendek dengan kehidupan sehari-hari
3. Mendiskusikan nilai-nilai yang terdapat dalam cerpen

D. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa mampu menemukan nilai-nilai dalam cerpen
2. Siswa dapat membandingkan nilai-nilai yaang terdapat dalam cerita pendek dengan kehidupan sehari-hari
3. Siswa mampu mendiskusikan nilai-nilai yang terdapat dalam cerpen
E. Materi Pokok

Cerita pendek tidak hanya berisi rangkaian peristiwa. Ada hal penting yang disampaikan pengarang kepada pembaca. Dalam cerpen seorang pengarang kadang menampilkan nilai-nilai kehidupan yanga ada dalam masyarakat. Hal tersebut dihadapkan dapat menambah wawasan pengetahuan dan pengalaman hidup pembaca. Pembaca menjadi lebih arif dan bijaksana dalam kehidupan sekitar. Nilai kehidupan dalam cerpen melalui ucapan, tindakan, pikiran dan perasaan tokoh-tokoh cerita. Nilai-nilai tersebut melalui nilai moral, budaya, agama, etika, kasih sayang, pendidikan, persahabatan, patriotisme, religius dan kemanusiaan.
 Simaklah cerpen “Sebuah Kata Rahasia” berikut ini :
Sebuah Kata Rahasia
Penulis: Tetsuko Eika

Aku suka menunggu. Menunggu hadirnya sebuah kata termanis yang belum pernah kudengar. Dan, menunggu itu adalah kegemaranku. Bukan berarti aku adalah orang yang penyabar. BUKAN! Tapi, ini adalah sebuah rutinitas penting yang jika tidak kulakukan, aku bisa mati. Mati dengan tragis sambil berlinangan air mata.
“Jam lima,” desahku pelan. Secangkir kopi cappuccino tersaji dengan hangat di depanku. Aromanya yang khas, dengan taburan biji almon juga cokelat parut membuatku mulai tak bergeming. Tak Bergeming untuk meneteskan air liur dan menyeruput cangkir bermotifkan bunga tulip itu dalam-dalam. “Sampai kapan aku harus bersabar?” desahku lagi, kali ini aku bertanya dalam hati. Namun, sayang, tak ada jawaban yang muncul dari impuls-impuls otakku sendiri.
“Sungguh lama.” Aku mulai geram. Kuraih remote teve, dan kunyalakan teve. Dan, Pipp…suara power televisi menyala. Kulihat sebuah iklan shampo masuk ke dalam dua biji mataku, aku menggigit bibir mungilku. Kumatikan televisi dengan cepat. Bibirku berdecit: “Aku benci iklan!”
***
Setiap hari aku berjemur di antara pohon ek, juga pohon delima yang tumbuh tinggi di halaman rumah. Kata orang-orang, berjemur itu bisa membantu menghangatkan tulang-tulangku yang selalu linu, dan aku menurut saja dengan pernyataan itu. Aku pun selalu merapikan bunga-bunga yang daun-daunnya menguning, dan itu adalah aktivitas rutinku. Lalu, aku menyiram tanaman, mencabuti rumput, meraih belukar yang merambat di antara pagar besi berpola mozaik nephal dengan gundah. Dan, pasti kalian mengira kalau aku ini pembantu, iya kan? Aku tegaskan, aku ini bukan pembantu! ..............................................
..................................................................
(Sumber Antologi Cerpen “Sebuah Kata Rahasia” 2010 hal 1-10)


F. Metode Pembelajaran
1. Deskripsi
2. Demonstrasi
3. Diskusi
4. Penugasan
G. Kegiatan Pembelajaran

Kegiatan Waktu
 Kegiatan Awal
• Guru memasuki kelas dan mengondisikan kelas
• Guru memimpin doa dan mengucapkan salam
• Guru mengulas kembali pembelajaran yang telah lalu dengan mengajukan pertanyaan, misal :
a. Sebutkan unsur intrinsik cerpen?
• Apersepsi
• Menyampaikan tujuan pembelajaran
• Guru membagi siswa menjadi empat kelompok 15 Menit
 Kegiatan Inti
• Guru mendeskripsikan materi pembelajaran
• Guru mempersilakan perwakilan kelompok untuk membacakan cerpen yang telah ditentukan
• Siswa mendiskusikan nilai-nilai yang terdapat dalam cerpen tersebut (antar kelompok)
• Siswa (perwakilan kelompok) melaporkan hasil diskusi baik secara lisan maupun tulisan 60 Menit
 Penutup
• Siswa bersama guru melakukan refleksi terhadap kegiatan yang telah dilakukan.
• Guru membimbing siswa untuk menyimpulkan hasil pembelajaran
• Memberikan penguatan dan tindak lanjut dengan pemberian tugas 15 Menit

H. Sumber Belajar
1. Antologi Cerpen “Sebuah Kata Rahasia" halaman 1-10
2. Buku paket bahasa indonesia kelas x
3. Internet (www.themahir.blogspot.com)

I. Penilaian
1. Jenis tagihan
a. Tugas individu
b. Tugas kelompok
2. Bentuk instrument
a. Performansi




 Uji kompetensi
A. Soal
1. Temukanlah nilai-nilai dalam cerpen “Sebuah Kata Rahasia”!
2. Bandingkanlah nilai-nilai yang terdapat dalam cerpen “Sebuah Kata Rahasia” dengan kehidupan sehari-hari.
3. Diskusikanlah nilai-nilai yang terdapat dalam ceepen “Sebuah Kata Rahasia”!
B. Jawaban terlampir




Mengetahui,
Kepala MA Darul Huda


______________
NIP____________
Banjar, April 2011
Guru Mata Pelajaran


Prito Windiarto
NIM 2108090225





Lampiran Jawaban
1. Nilai-nilai yang terdapat dalam cerpen “Sebuah Kata Rahasia” :
a. Nilai Agama : Sebagai makhluk sosial yang selalu membutuhkan orang lain sudah selayaknya kita berterimakasih kepada orang lain atas kebaikan yang telah diberikan sebagai manifestasi rasa syukur padaNya
b. Nilai Budaya : Semakin lunturnya budaya memberikan penghargaan (berterimakasih) terutama dalam kehidupan masyarakat kota.
c. Nilai Moral : 1) Kekayaan, kemewahan bukan hal mutlak yang menjamin kebahagiaan seseorang. 2) Bagaimanapun seseorang terlebih orang tua tentu mengharapkan penghargaan dari anak cucunya walau sekedar ucapan terima kasih yang tulus. 3) Terima kasih, sebuah ucapan sederhana namun begitu bermakna. Kadang kita lupa betapa berharganya sebuah ucapan terimakasih. Karena itu mari berterimaksih atas segala kebaikan yang kita terima.

2. Kalau kita perhatikan nilai-nilai dalam cerpen “Sebuah Kata Rahasia” relevan dengan kehidupan kita sehari-hari. Diamana budaya memberi penghargaan (terima kasih) semakin luntur di tengah masyarakat (kota) terganti dengan budaya materialistik (segala sesuatu diukur berdasarkan materi). Orang merasa cukup memberi materi (uang) sebagai imbalan pekerjaan tanpa perlu berucap terima kasih. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN CERPEN BAHASA INDONESIA
3. Praktik
Share this article :

Cari Materi Pelajaran Lain

Mari Bergabung

Terpopuler

Langganan Youtube

Powered by Blogger.
 
Support : Designer | Organized | Chanel
Copyright © 2013. Pelajaran Bahasa Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger