Tampilkan postingan dengan label Bahasa dan Sastra Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahasa dan Sastra Indonesia. Tampilkan semua postingan

4.4.15

Contoh Soal Ujian Praktek SMP Semua Mapel

Contoh Soal Ujian Praktek SMP Semua Mapel

Contoh Soal Ujian Praktek SMP Semua Mapel ini adalah kelanjutan dari Contoh Soal Ujian Praktik SMP Semua Mapel sebelumnya. Ya, yang betul itu sebenarnya praktik, bukan praktek, namun saat ini banyak yang menggunakan istilah praktek. Langsung saja ya, kita lanjutkan.


6. Mapel TIK
Contoh soal:
1. Buatlah sebuah tulisan menggunakan aplikasi word! Contoh tulisan disediakan guru.
2. Buatlah sebuah tulisan menggunakan excel! Contoh disediakan guru.
3. Praktikan membuat rumus menggunakan excel!
4. Buka internet, gunakan chrome, kunjungi laman google, lalu seach Contoh Soal Ujian Praktek SMP Semua Mapel, kunjungi laman yang muncul.
5. Unduh (download) gambar dari internet!
6. Buka youtube, unduh videonya!
7. Buat akun emai, twitter, facebook, instagram, dll.
8. Buat blog sederhana


7. Mapel Muatan Lokal
7.a. Muatan Lokal Tata Boha
1. Praktik memasak secara berkelompok makanan 4 sehat 5 sempurna!
2. Praktik memasak secara berkelompok beberapa jenis kue!
3. Praktik memasak secara berkelompok macam kudapan selain kue!

7b. Muatan Lokal Tata Busana
1. Buatlah sebuah bros!
2. Buatlah sebuah rajutan!
3. Buatlah pola busana!
4. Buatlah hiasan dari kain perca

7.b. Muatan Lokal Tata Graha
1. Buatlah desain bangunan

7.b. Muatan Lokal lain
1. Pertanian: praktikan cara menamam cabe, sayuran, dll
2. Membatik: Praktikan cara membatik yang baik dan benar.
3. Buat kerajinan dari bahan bekas, misal bungkus kopi, dll
4. Buat prakarya dari bahan tadisional, bambu, rotan, eceng gondok, dll


8. Mapel PAI
1. Praktikan cara wudhu!
2. Praktikan cara sholat!
3. Praktikan membaca Al Quran secara murotal atau mujawad!
4. Praktikan tata cara pengurusan jenazah!
5. Hafalkan beberapa surat pendek Al Quran!
6. Praktikan adzan dan iqomat!
7. Hafalkan doa-doa harian!
8. Hafalkan dzikir/wirid harian!



9. Mapel Bahasa Jawa
1. Baca aksara Jawa
2. Pidato menggunakan bahasa Jawa
3. Berbincang menggunakan bahasa Jawa
4. Tulis tulisan menggunakan aksara Jawa
5. Mengartikan kata ke dalam bahasa Jawa, atau sebaliknya bahasa Jawa ke dalam bahasa Indonesia, dll


10 Mapel Penjas Orkes
1. Praktikan senam
2. Lari
3. Lompat tinggi, jauh
4. Lempar cakram, lembing, dll
5. Berenang
6. Sepak bola, voli, takram, bulu tangkis, tenis lapangan, tenis meja, dll

Selain itu jika ada memang pelajaran lain yang bisa dipraktikan misal bahasa Arab, Perancis, Jerman, China, Korea, bisa diaplikasikan dalam ujian praktik. Materi ujiannya selayak ujian bahasa lainnya, misal;


1.  Membaca aksara Arab, Korea, China
2. Berpidato menggunakan bahasa Arab, Perancis, Jerman, China, Korea
3. Berbincang menggunakan bahasa Arab, Perancis, Jerman, China, Korea
4. Tulis tulisan menggunakan aksara Arab, Korea, Chin
5. Mengartikan kata ke dalam bahasa Arab, Perancis, Jerman, China, Korea, atau sebaliknya bahasa Arab, Perancis, Jerman, China, Korea ke dalam bahasa Indonesia, dll




Nah, demikianlah sekilas Contoh Soal Ujian Praktek SMP Semua Mapel

3.4.15

Cataran Hati Seorang Guru: Murid Lebih Hebat dari Guru


Cataran Hati Seorang Guru: Murid Lebih Hebat dari Guru
Prito Windiarto

Suatu kali bapak saya pergi ke Banjar. Kota terdekat dari kampung halaman. Hendak berbelanja sesuatu. Di suatu tempat, tanpa sengaja ia berpapasan dengan seseorang. Ia menegur bapak ramah.
“Saya murid bapak lho, dulu di SD Ciwalen 03,” Ucapnya ramah mengenalkan diri.
Bapak yang merupakan pensiunan guru SD terhenyak sebentar,megingat-ingat. Wajah di hadapannya sudah lama tak dilihat berpuluh tahun.  Beliau memang dulu awal-awal pengabdian sempat mengajar di SD Ciwalen 03.
Pemuda itu bercerita banyak hal. Ia juga mengisahkan perjalanan hidupnya, termasuk aktivitasnya saat ini yang sedang menempuh pendidikan magister (S 2) di sebuah perguruan tinggi elit.
Bapak tersenyum simpul. Amat bangga. Kebanggaan seorang guru.
Ya, jenjang pendidikan yang bapak tempuh memang tak tinggi. Namun ia selalu berharap anak didiknya bisa menggapai jenjang pendidikan setinggi mungkin. Meski mereka adalah anak kampung.
Beliau amat bangga atas prestasi muridnya itu.
Begitulah, naluriahnya seorang guru ingin melihat muridnya sukses. Selain itu tentu ia berharap ilmu yang dimiliki muridnya lebih mumpuni. Tak masalah jika mengungguli sang guru. Malah murid lebih cerdas lebih mahir dari gurunya adalah hal yang diharapkan.
Guru yang baik tidak akan merasa tersaingi apalagi dipecundangi. Toh, kepintaran yang didapat simurid, secara langsung maupun tidak ada kontribusi sang guru juga di dalamnya. Jua tak takut muridnya akan menyepelekannya. Murid yag baik, selayak padi, semakin tinggi limu dan kesuksesaan  semakin merunduk. Menjadi anak yang selayak kacang tak lupa kulitnya.
Sekali lagi, seorang guru selalu mengharap muridnya menjadi orang sukses. Lebih hebat dari dirinya.

Prito Windiarto adalah seorang guru. Putra dari pensiunan guru. Alumnus PBSI Unigal, Ciamis.

Demikoanlah Cataran Hati Seorang Guru: Murid Lebih Hebat dari Guru kali ini.

21.2.15

Contoh Soal Kompre (Komprehensif) Prodi Bahasa Indonesia






Contoh Soal Kompre (Komprehensif) Prodi Bahasa Indonesia


Prito Windiarto, S.Pd.

Selain skripsi, momok menakutkan bagi sebagian mahasiswa adalah ujian kompre (komprehensif). Pada beberapa perguruan tinggi, ujian ini memang ditiadakan, bagi sebagian lainnya masih. Seperti kampus saya kuliah dulu, Universitas Galuh, Ciamis. Kompre termasuk penghitungan nilai inti,  berbobot 1.
Penjelasannya, nilai IPK = (2) IP + 1 Kompre + 1 Sidang Skripsi : 4.


Karena itulah nilai kompre sangat berati karena berarti satu perempat dari nilai keseluruhan (IPK). Nahasnya, di sebagian prodi, termasuk prodi saya dulu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, untuk mendapat nilai yang besar di kompre adalah hal yang lumayan sulit. Tapi bukan sesuatu yang mustahil. He.
Sebelum membahas contoh soal kompre, ada baiknya kita bahas dulu pengertiannya. Komprehensif merupakan kependekan dari komprehensif. Makna harfiahnya menyeluruh. Makna luasnya ujian kompre adalah ujian yang materi yang diujikannya bersifat menyeluruh dari awal perkuliahan sampai akhir. Satu peserta ujian biasanya dihdapi oleh 4 pennguji, masing-masing menanyakan aspek yang berbeda.
Sebagai gambahan di prodi bahasa Indonesia aspek yang diujikan adalah:
1)      Kebahasaan
2)      Kesastraan
3)      Keterampilan berbahasa
4)      Pedagodik
Sebetulnya pihak prodi biasanya sudah menyediakan semacam kisi-kisi kompre. Namun nyatanya kadang kala, soal/pertanyaan yang diajukan dosen meleset dari kisi-kisi kompre yang dibuat. Walau tentu saja, tetap sesuai dan berkaitan dengan materi kuliah yang dipelajari.
Berikut adalah contoh soal kompre prodi bahasa Indonesia

A.      Aspek Kebahasaan
1)      Apa itu bahasa?
2)      Jelaskan asal muasal bahasa?
3)      Ceritakan sejarah bahasa Indonesia?
4)      Apa yang fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, dan pragmatik? Jelaskan!
5)      Contohkan penggunaan bunyi /s, /t, dll.
6)      Apa pebedaan morfem, kata, dan frasa?
7)      Contohkan sebuah kalimat! Analisis unsurnya!
8)      Apa yang dimaksud redundansi? Jelaskan!
9)      Bagaimana soal penyerapan kata dari bahasa asing dan daerah? Contohkan dan jelaskan?
10)   Jelaskan mengenai prefiks!
11)   Dll, bisa juga diminta menganalisis kalimat, membetulkan kalimat.

Contoh Soal Kompre Bahasa Indonesia

B.      Aspek Kesastraan
1.       Sebutkan jenis-jenis sastra?
2.       Apa yang dimaksud dengan sastra?
3.       Ceritakan sejarah perkembangan sejarah sastra Indonesia!
4.       Sebutkan unsur intrinsik cerpen!
5.       Analisis puisi berikut!
6.       Sebutkan novel yang pernah Anda baca!
7.       Apakah yang dimaksud intertekstual? Jelaskan!
8.       Sebutkan dan contohkan puisi lama!
9.       Siapah sastrawan yang dijuluki binatang jalang, celurit emas, dll?
10.   Apa karya sastra yang pernah Anda buat!
11.   Dll, bisa juga ditanya perihal unsur puisi! Menceritakan kembali karya sastra yang pernah dibaca.

C.      Aspek Keterampilan Berbahasa
1.       Bacalah teks berikut!
2.       Simak pembacaan teks berikut! Tentukan pokok-pokok pikirannya!
3.       Berpidatolah!
4.       Apa saja jenis pidato?
5.       Tulislah sebuah puisi!
6.       Deklamasikan puisi yang Anda buat!
7.       Dll, bisa juga disuruh musikalisasi puisi

D.      Aspek Pedagogik
1.       Apa alasan Anda menjadi guru?
2.       Kompetensi apa yang harus dimiliki seorang guru?
3.       Sebutkan 8 standar pendidikan?
4.       Apa itu kurikulum, silabus, rpp, dll? Jelaskan!
5.       Apa perbedaan kurikulum 2006 dengan 2013?
6.       Dll, berhubungan dengan kompetensi pedagogik, bisa jadi Anda diminta praktik mengajar
Demikianlah sekilas mengenai contoh soal kompre (komprehensif) Prodi Bahasa Indonesia. Semoga sedikit membantu. Minimal sebagai gambaran. Kiat untuk mendapat nilai kompre yang bagus insyaAllah pada tulisan berikutnya.
Silakan yang mau memberi masukan tentang contoh soal kompre (komprehensif) Prodi Bahasa Indonesia


15.2.15

Motivasi Menulis Skripsi


Motivasi Menulis Skripsi

Motivasi Menulis Sripsi

Skripsi bagi sebagian mahasiswa adalah momok menakutkan. Ada beberapa faktor yang menyebabkan hal tersebut terjadi, lebih jelas silakan cek hambatan menulis skripsi
Nah hambatan itu tentu harus diselesaikan, berikut kiat sukses menulis skripsi
Bagi yang belum paham tahapan menulis skirpsi, cek dulu tahapan menulis skripsi
Nah, pada kesempatan ini saya akan mencoba berbagi kisah tentang semangat menulis skripsi. Skripsi seperti pekerjaan lainnya, tidak akan selesai hanya dengan ditatap, direnungkan, dipikirkan, ia perlu aksi nyata.
Ia mungkin seperti bukit atau gunung yang menjulang tinggi. Tapi ya dia akan tetap menjadi bukit, kalau tidak sedikitpun digarap. Sebaliknya jika digarap, sedikit, demi sedikit, bukit itu akan  bisa juga dikeruk. Bahkan bisa jadi lembah. (Lebay juga ya permisalannya, he). Bukankah ada istilah sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit.
So, skripsi bukan untuk diratapi tapi diselesaikan. Jangan ada alasan malas, susah. Kalau itu dipelihara akan menjadi sugesti.
Supaya termotivasi berikut saya ujar ulang kisah teman bang Tere Liye yang menyusun skripsi. Bang Tere berkisah bahwa temannya di FE Universitas Indonesia bisa menyelesaikan skripsi dalam jangka waktu 14 hari. Sekali lagi 14 hari. Dalam kata lain hanya sekitar setengah bulan. Padahal skripsi yang dibuat bukan main, sekelas UI gitu. Hebatnya pas sidang ia dapat nilai A. Apa rahasianya?
Ternyata selama 14 hari, ia konsentrasi benar-benar menyusun skripsi. Terus di depan monitor dan tumpukan buku-buku. Hanya diselingi makan, minum, shalat, uang hajat dan tentu saja bimbingan. Tak ada tuh acara nonton tv, main internet gak jelas yang gak ada hubungannya dengan menulis skripsi. Tidak juga main game. Fokus. Baca refensi, mengolah data, mantengin word dan exel.
Nah yang buat kita gak kelar-kelar menulis skripsi bisa jadi adalah karena ketika menatap layar monitor, bukan tentang skripsi, melainkan yang lain, facebook-an, twitteran, lihat youtube, dll.
Kisah yang lain, teman saya Maya Noorwidia juga menyusun skripsi dalam waktu yang relatif singkat, kurang dari sebulan. Masih jelas dalam ingatan saat itu saya dan beberapa teman yang lain sudah selesai sidang skrispi, sementara beliau belum sau huruf-pun. Ketika ditanya, ternyata ada beberapa hal yang harus ia selesaikan terlebih dahulu. Saya tidak bisa memaksa. Selepas itu saya jarang berkomunikasi dengan beliau.
Berbulan kemudian, ketika wisuda kami bertemu. Satu gelombang. Ia girang bukan kepalang, saya terkejut. “Alhamdulillah A Prito, kita lulus, wisuda” Ucapnya riang. Ia bercerita perihal kisahnya menulis skripsi yang kuarang dari sebulan itu.
Kata kuncinya adalah konsentrasi, fokus, dan banyak berdoa. Ia juga berusaha benar-benar mendengar dan melaksanakan arahan dosen pembimbing. Hingga akhirnya dosen pembimbing yang selama ini dikenal killer berhasil ditaklukan. Mantap.
Demikianlah sekilas tentang kisah orang-orang menulis skripsi.
Berikut adalah video penyemangat menulis skrispi .
Semoga bisa menjadi motivasi menulis skripsi.

31.12.14

Contoh Judul Skripsi Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia







Contoh Judul Skripsi Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia


oleh Prito Windiarto

Menulis skripsi seperti halnya keterampilan menulis lainnya dapat dimulai dari beberapa sisi. Ada yang mulai dari penentuan tema, jenis penelitian, dll. Tak jarang juga yang dimulai dengan judul. Dari judul kemudian muncul gambaran tentang skripsi yang akan ditulis. Karena itulah pada kesempatan ini kami kan mencoba menghadirkan Contoh Judul Skripsi Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.  Semoga ini bisa membantu mahasiswa, minimal bisa dijadikan semacam referensi awal. 

Berikut adalah Contoh Judul Skripsi Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Merupakan lanjutan dari kumpulan judul sebelumnya, mau lihat contoh lain? klik di sini

Judul Skripsi
Ini dia Contoh Judul Skripsi Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

A.    Skripsi PTK (Penelitian Tindakan Kelas)
1.      PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN GALERI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS CERPEN KELAS VII SMP NEGERI I DAYEUHLUHUR KABUPATEN CILACAP

2.      PENGGUNAAN METODE SUMBANG SARAN (BRAIN-STORMING) DALAM UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA MENULIS NASKAH DRAMA

3.      PENINGKATAN KOMPETENSI BERBICARA SISWA DENGAN MENGGUNAKAN STRATEGI “SETIAP ORANG ADALAH GURU” (EVERYONE IS A TEACHER HERE)

B.     Skripsi Eksperimen
1.      PENGGUNAAN METODE HYPNOSIS LEARNING WITH MUSIC DAN WAKING HYPNOSIS PADA PEMBELAJARAN MENULIS KREATIF PUISI DI SMA

2.      EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN MENULIS KARANGAN EKSPOSISI DENGAN PENGGUNAAN METODE DEMONSTRASI DAN KONTEKSTUAL

3.      PEMBELAJARAN MEMBACA EKSTENSIF TEKS BERITA DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK JIGSAW DAN TEKNIK BUKA KOTAK

C.      Skripsi Hasil Analisis

1.      ANALISIS SYAIR LAGU DALAM ALBUM  PADI “SESUATU YANG INDAH” SEBAGAI UPAYA MEMILIH BAHAN AJAR KETERAMPILAN MENULIS KREATIF PUISI DI SMP

2.      ANALISIS GAYA BAHASA DALAM NOVEL “DALAM MIRHAB CINTA” KARYA HABIBURRAHMAN EL SHIRAZY SEBAGAI BAHAN AJAR MEMBACA NOVEL DI SMP

3.      PENGARUH TABLOID  DIKSATRASIA TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS BERITA MAHASISWA PROGRAM STUDI BAHASA DAN SASTRA INDONESIA

4.      KAJIAN SEMIOTIK TERHADAP PUISI  “PADAMU” KARYA PRITO WINDIARTO DI MAJALAH STORY UNTUK PENYUSUNAN BAHAN AJAR SASTRA DI MADRASAH ALIYAH

Itulah sekilas Kumpulan Judul Skripsi Prodi Bahasa Indonesia. Yang ingin tahu tahapan menulis skripsi klik di sini

Demikianlah Contoh Judul Skripsi Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia


Nah biar semangat bikin skripsinya, ayo tonton video ini:

17.8.13

ESAI SASTRA Puisi, Curahan Hati?

ESAI SASTRA 
Puisi, Curahan Hati?



Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Kritik & Esai

Disusun oleh :
3F

Prito Windiarto
Intan Nur Pratiwi
Chaerunisa
Daryanto
M. Bahaudin Toqota






PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS GALUH

2012


 Puisi, Curahan Hati?

Kenang
Pipit Taufik
Haruskah ku tanpamu?
Haruskah ku sendiri?
Tak sanggup aku menahan rindu ini
Tak sangggup aku menahan air mata ini
Semua kenangan kita, yang telah kita lalui
Semua air mata yang telah kita alami
Hilang sudah tak kembali
Kumohon kenanglah aku
Walaupun diriku telah menyakitimu
Kumohon berjanjilah padaku
Tak seindah bersamaku, saat kau telah memilikinya
(Pipit Taufik, Kumpulan Puisi Lagu Rindu, 2010)

Esai Sastra
            Puisi berjudul kenang karya Pipit Taufik ini bertemakan percintaan, lebih persisnya perihal patah hati. Penyair mengungkapkan kegundahan hati karena berpisah dengan kekasihnya. Si penyair menyakiti hati kekasihnya kemudian memutuskan hubungan dengannya. Namun pada akhirnya ia menyesali keputusannya itu. Ini dibuktikan dengan kutipan berikut : “Kumohon kenanglah aku/walaupun diriku telah menyakitimu.” Bahkan penyair merindukan kembali sang mantan itu, buktinya : “Tak sanggup aku menahan rindu ini/tak sanggup aku menahan air mata ini.”
            Puisi ini lebih cenderung berbentuk curahan hati penyair. Berisi luapan emosional atas kepedihan yang menghampirinya. Penyair menuangkan gagasan dalam puisinya hanyalah berupa luapan ekspresional perasaan. Puisi ini seolah diciptakan hanya untuk dirinya sendiri, sehingga rasa ‘kepemilikan’ pembaca kurang terakomodir. Kami selaku pembaca seperti tidak diizinkan ikut merasakan apa yang dirasakan penyair. Tak tampak proses perenungan mendalam dalam penciptaan puisi ini. Indikatornya, terlihat dari segi bahasa yang digunakan tidak terlalu mendalam. Makna dan amanat terkesan dangkal.
            Pada sisi perasaan, penyair tampak tidak konsisten. Pada satu sisi ia menyakiti kekasihnya, pada sisi lainnya ia justru menyesali keputusannya itu.
            Dalam kaitannya dengan pendidikan karakter yang sekarang sedang gencar digalakan, puisi ini tampaknya kurang cocok digunakan sebagai bahan ajar apresiasi sastra di sekolah. Puisi ini kurang menunjukan pesan moral yang baik. Dari segi pengunaan bahasa puisi ini tidak terlalu memperlihatkan diksi yang mantap. Tidak banyak metafor atau majas-majas lain yang mempercantik tampilan puisi. Bahkan dalam puisi tersebut terdapat konteks yang maknanya kami rasa kurang jelas. Simak kutipan berikut: “Kumohon berjanjilah padaku/Tak seindah dulu, saat kau telah memilikinya”
            Secara umum, puisi ini termasuk baik jika dilihat dalam pengertian bahwa puisi adalah sebuah karya yang merupakan ekspresi penyair terhadap apa yang dilihat, didengar dan dirasakannya. Namun sebaliknya jika dilihat  dari sisi bahwa pembelajaran sastra (termasuk puisi) bertujuan untuk memperhalus budi pekerti siswa, juga sebagai bagian dari pembentukan karakter, maka puisi “kangen” ini kurang cocok digunakan sebagai bahan ajar. Pendapat ini diambil berdasar telaah isi dan telaah bahasa.
Dari telaah bahasa kita mendapati puisi ini tidak menggunakan permainan diksi ciamik. Begitu halnya penggunaan majas-majas penghias yang minim. Dari telaah isi kita mendapati, puisi ini bertema percintaan, patah hati. Lebih berbentuk curahan hati pribadi, tanpa keterlibatan pembaca secara intents. Dari segi isi, pesan moral dan amanat yang disampaikan tidak terlalu banyak, bahkan terlihat inkonsistensi sikap dalam diri penyair itu sendiri.
Sejatinya, menurut hemat kami tidak menjadi soal ketika penyair menulis puisi yang mencerminkan curahan hatinya. Namum alangkah lebih elok jika curahan itu melewati proses kontemplasi yang dalam, sehingga pembaca memperoleh hikmah dari apa yang diungkapkan penyair. Selain itu yang tak boleh dilupakan adalah pemilihan diksi yang apik akan memberikan sensasi yang unik. Pada akhirnya puisi curahan hati yang melewati proses perenungan yang mendalam dan pemilihan diksi yang baiklah yang akan memberikan energi dan imaji kuat di benak pembacanya (penikmat sastra).Demikanlah ESAI SASTRA : Puisi, Curahan Hati?

Info CPNS PPPK 2019 & Pelajaran Bahasa Indonesia

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...