Tampilkan postingan dengan label contoh puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label contoh puisi. Tampilkan semua postingan

19.8.15

Contoh Puisi Hari Kebangkitan Nasional



Contoh Puisi Hari Kebangkitan Nasional

Tanggal 2 oktober biasa diperingati sebagai hari kebangkitan nasional. Hal ini merujuk pada hari lahirnya organisasi boedioetomo (budi utomo). Pada kesempatan ini saya coba hadirkan contoh puisi hari kebangkitan nasional. Pada dasarnya sih lebih pada kebangkitan sebagai muslim.

Bangkit
Prito Windiarto

Bangkit itu
Tak ada kata menyerah

Bangun lagi setelah terjatuh

Bangkit itu
Melawan malas yang mendera
Menghancurkan keengganan

Bangkit itu
Kokoh
Kuat
Tegar


Bangkit itu
Berani melawan ketidakadilan
Mengoyak kepongahan

Bangkit itu
Siap tempur
Di garda terdepan
Perjuangan melawan kezaliman

Bangkit itu
Menjadi diri lebih baik lagi
Menghapus segala hitam
Mengawali sesuatu dengan kebaruan
Semangat tinggi

Gapai impian

Bangkit itu
Adalah kita
Yang bersama
Bahu-membahu

Bekerja sama
Bukan menjatuhkan
Menghancurkan
Apalagi melenyapkan










Inilah Saatnya
Prito Windiarto
Inilah saatnya
Saling menyatukan tangan
Mengiramakan langkah

Inilah saatnya
Ketaktoleranan dienyahkan
Kebersamaan digalakan

Inilah saatnya
Kerukunan dijaga
Keharmonisan dipelihara

Inilah saatnya
Saling menghormati
Saling menghargai

Karena perbedaan adalah keniscayaan
Bukan tuk didebatkan
Bukan juga tuk disama-samakan

Tapi untuk dimaklumi

Yang terpenting
Tidak saling mengusik
Tidak menyakiti
Tidak merusak

Inilah saatnya
Membangun negeri
Dengan pekerti luhur

Membangun bangsa, bersama

Membangun kejayaan

Menggenggam kemenangan
Kemerdekaan yang hakiki


Bukan Zamannya Lagi

Prito Windiarto

Bukan zamannya lagi
Hanya berpangku tangan

Bukan zamannya lagi
Berbelas kasihan

Inilah masa di mana:
Kerja keras
Kerja cerdas
Digelorakan


Bukan zamannya lagi
Saling sikut
Dengan jalan kotor
Demi raih kekuasaan
Menumpuk harta
Tuk langgengkan kepongahan

Inilah masa di mana:
Kejujuran
Integrita
: dijungjungkan

Bukan zamannya lagi,
Menipu rakyat
Membodohi para jelata

Inilah masa di mana:
Kesejahteraan
Kemakmuran
: diusahakan bersama

Bukan zamannya lagi
Saling salah menyalahkan

Inilah masa di mana

Kita harus bangkit!
Bangkit!
Dan Bangkit!

Demikianlah contoh puisi hari kebangkitan nasional, semoga kita dapat menjadi bagian dari kebangkitan negeri ini, dan terutama agama kita ini. Para phlawan telah memberikan teladan, saatnya kita yang menerusakan. Contoh puisi hari kebangkitan nasional



18.8.15

Contoh Puisi Hari Guru



Contoh Puisi Hari Guru

Contoh puisi guru

Setiap tanggal 25 November diperingati sebagai hari guru. Jua sebagai hari lahirnya PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia).
Sampai saat ini profesi guru tetaplah profesi yang terhormat secara status. Namun secara ekonomi belum tentu. Masih banyak guru yang honor/gajinya jauh dari cukup. Di bawah Upah Minimal buruh. Meski demikian, insyaa Allah hal tersebut takkan menjatuhkan martabat guru.
Pada kesempatan ini, saya selalu guru, ingin mempersembahkan beberapa larik puisi tentang guru. Meski sederhana, semoga berkenan. Semoga menjadi refleksi kita bersama. Guru, pahlawan kita semua.

Balada Sang Guru
Prito Windiarto
Langkahnya tegap
Penuh rasa percaya diri
Melaju gagah

Bukan karena kesombongan
Melainkan kesungguhan
Keyakinan dan harapan
Baru
Menjelang hari
Menebar kebaikan diri

Penuh cinta
Prito Windiarto

Ia, yang, senyum tersinggung, senantiasa
Walau perih di perut dan hati, menguasai

Ia, yang, menatap anak didiknya optimis, selalu
Padahal sayu matanya menatap keadaan diri

Ia, yang, selalu siap
Di garda terdepan
Memperbaiki
Mengajari

Inilah, sosok pahlawan
Yang terlupakan atau bahkan dilupakan pemerintah

Namun, akan selalu
Ada
Di hati
Para muridnya

Terpujilah engkau
Wahai bapak ibu guru
Selalu
Contoh puisi pendidikan

Derap Pendidikan
Prito Windiarto

Derap pendidikan
Harus terus dilajukan

Negeri takkan punya arti
Tanpa pendidikan

Kehampaan kan menjelang
Saat pendidikan dipinggirkan

Kemulian kan dihadapan
Ketika pendidikan diutamakan

Muliakan
Akses menuju kemuliaan

Muliakan
Orang yang berada di rel kemuliaan

Memuliakan pendidik
Sama artinya memuliakan pendidikan

Sama maknanya memuliakan kehidupan bangsa
Memuliakan negeri ini


Muliakan mereka
Yang memuliakan diri

Dengan ilmu

Sesuatu yang, teramat berharga

Sesuatu yang
Lebih megah tinimbang harta

Karena ilmu
Jika dibagikan bukan berkurang
Malah tertambahkan

Sebab ia
Tak harus dijaga

Sebaliknya
Menjaga pemiliknya

Tak memberatkan
Malah meringankan

Berilah posisi terhormat
Juga bagi
Perantaranya : para guru

Sedikit banyak, yang terpenting manfaat

Penghormatan tak mesti bermakna materi
Tapi ia adalah pengakuan, takzim
Dan terutama doadoa

Demikianlah contoh puisi tentang guru, semoga berkenan.

14.8.15

Contoh Puisi Hari Pahlawan



Contoh Puisi Hari Pahlawan
Contoh Puisi Pahlawan

Setiap tanggal 10 november biasa diperingati sebagai hari pahlawan. berikut saya hadirkan  Contoh Puisi Hari Pahlawan, walau sederhana semoga berkenan

 
Pahlawan itu katanya
 Prito Windiarto
Pahlawan itu katanya
Mereka yang memanggul senjata
Menenteng bedil, menyoren pedang, menghunus keris
Di medan perang
Katanya, dulu begitu
Membela nusa bangsa
Walau sekadar berbekal bambu runcing

Mengusir para penjajah serakah
Menabuh genderang sengit
Menendang para imperialis tak tahu diri

Itu yang disebut pahlawan, dulu, katanya

Yang ikhlas, lillah
Yang rela menumpah darah, demi tegaknya keadilan
Merekalah pahlawan





Penjajahan Gaya Baru

 Prito Windiarto
Kini, penjajah telah pergi, secarat kasat mata
Tak ada lagi pendudukan secara nyata

Namun maya, siapa tahu,
Dan memang begitu
Kini tak ada lagi pendudukan secara de yure, bagi negeri ini
Namun, secara de facto?
Siapa yang menguasai perekonomian
Siapa raja keuangan
Antek-antek penjajah
Atas nama investasi
Kita, bak mati di negeri sendiri
Tamu di tanah air

Tak ada lagi kuasa
Atas apa yang Seharusnya dimiliki
Alam ini, dijual
Oleh siapa?
Pengkhianat negri ini
Yang bersembunyi di balik kerah berdasi

Kita, saat ini, perlu pahlawan lagi
Demi melawan penjajah gaya baru
Yang lebih mentereng
Perlente

Saatnya penjajah gaya baru kita ganyang
Kita tendang
Jadikan rendang. Ciaaaattt.


Pahlawan Baru

Prito Windiarto
Yang kita hadapi saat ini
Bukan lagi meneer belanda
Atau serdadu jepang

Yang harus kita sikat hari ini
Adalah para cukong baru
Yang memanfaatkan para pribumi culas
Menjual murah tanah air ini
Yang harus kita enyahkan adalah mereka
Para pengkhianat
Pecundang
Saatnya kini, mencari
Pahlawan baru

Tak harus berbaju besi
Bersenjata api

Namun
Pahlawan baru
Beiman kokoh
Berjiwa kuat
Berprilaku jujur
Menjunjung keadilan

Pahlawan baru
Yang kan bawa negeri
Menuju alam merdeka yang sesungguhnya
Yang membebaskan negeri dari penjajahan terselubung

Mencari pahlawan baru
Tak usah jauh
Tak perlu lama

Kitalah, kau dan aku,
Mari jadi pahlawan baru
Semampu, sebisa yang dapat kita lakukan
Kalau bukan kita
Siapa lagi?
Kalai tidak ada pahlawan
Para pengkhianat kan meraja rela
Ayo, jadilah pahlawan baru itu

Demikianlah contoh Puisi hari pahlawan dan contoh puisi pahlawan

13.8.15

Contoh Puisi Romantis Suami untuk Istri



Contoh Puisi Romantis Suami untuk Istri


Contoh Puisi Romantis Suami Istri


Berikut adalah contoh sederhana puisi romatis dari suami untuk istrinya, sederhana namun semoga mengena. Aamiin.


Aku Lelakimu

Prito Windiarto
Istriku
Aku mungkin bukan lelaki terhebatmu
Tak seperti impianmu
Yang selalu ada
Menjadi hero dalam keseharianmu

Istriku
Sikapku masih jauh dari ideal
Tiadalah hangat apalagi romantis

Aku mungkin dingin
Bahkan terkesan tak acuh

Namun,
Dengarkan ini wahai istriku

Dibalik semua kekurangan itu
Yakinlah

Cintaku sempurna untukmu
Meski  kesempurnaan yang terus kueja
Kusulam perlahan,
Karena aku pun tak tahu
Bagaimana cinta sempurna
Yang aku tahu
Cinta yang seutuhnya untukmu
Tiada mendua pada wanita lainnya



Sayang

Prito Windiarto 
Hari ini mungkin kau kecewa
Bisa jadi kesal
Karena mimpimu belum bisa tergapaikan
Bahkan walau sekadar cita sederhana

Belum bisa menghadirkan
Istana mungil untuk keluarga kita
Tempat kita melukis pelangi kehidupan

Istriku, cintaku
Bukan aku tak mau
Bukan tak ingin

Tapi, apa dayaku
Saat ini
Hanya doa yang kuhaturkan
PadaNya Yang Kuasa

Ya Rabb, mohon kabulkanlah cita kami ini
Aamiin ya arhama rohimin






Merenda Cinta
 Prito Windiarto
Cinta
Itulah kata yang coba kita renda bersama

Sayang
Itulah kata yang
Kita kan jelang bersama

Mengajarkannya pada putra tercinta

Kasih, ialah sikap lembut
Yang kan kita kedepankan dalam kehidupan

Inilah kami
Yang coba menjejak hari
Menyatukan gerak
Menyeragamkan langkah
Kayuh biduk kehidupan

Menyusur hari-hari bersama
Demi impian menjelang surga bersama

RidhoNya Sang Maha


 Demikianlah Contoh Puisi Romantis Suami untuk Istri, Contoh Puisi romantis  Suami Istri

Info CPNS PPPK 2019 & Pelajaran Bahasa Indonesia

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...