Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

9.1.16

Cerita Silat : Jawara Luhur

Cerita Silat : Jawara Luhur





Di sebuah bukit nan lebat rerimbun pohon : Kuta Agung. Tersebutlah sebuah perguruan beladiri: Jawara luhur. Dulu sekali, perguruan (padepokan) ini amat terkenal, paling tidak se-kerajaan Dayeuhluhur, namanya harum sampai kawedanan Majenang. Singkat cerita, karena fitnah dan hasutan dari salah satu perguruan silat lain (Bahwa Jawara luhur dijadikan ajang pelatihan para pendekar jahat -perampok, pembegal) perguruan ini perlahan memudar pesona, para murid perguruan keluar. Bahkan sampai pada titik menghawatirkan. Yang tersisa tinggal 1 suhu dan 3 murid amat belia. Yang lain berpencar ke perguruan sekitar.
Sang suhu, Rangga Aditura tak lantas putus asa atas kejadian itu. baginya kebenaran tak pernah tertukar, walau seluruh dunia menudingnya salah, jika yang ia lakukan adalah kebenaran ia tak gentar. Fitnah itu tak membuatnya berkesah.
3 Murid tersisa berlatih dengan keras, 4 tahun berlalu, mereka lulus.
Petambahan murid di jawara luhur amat lambat, setiap tahun hanya ada 2-4 orang pendaftar. Kontras dengan perguruan lain di bukit seberang. Perguruan Haur Bakti, setiap tahun menerima hampir 100 murid.
Tahun ke 7 setelah fitnah itu Jawara luhur masih sepi. Total murid yang lulus hanya 10 orang. Sebuah angka yang menggiriskan. Tahun ke-8 dilalui dengan keprihatinan. Bangunan padepokan mulai rapuh, atap alang-alang sudah lapuk. ketika hujan deras, semua basah. Tak tahan cuaca, beberapa murid perguruan sakit keras.
Tak itu saja, tak disangka, sepucut surat dari kerajaan datang. Senopati Anggara meminta padepokan ditutup. Bukan apa, Senopati hanya ingin menggerus kekhawatiran masyarakat, mereka resah mendengar perguruan "Jawara Luhur" masih beroperasi. Padahal, dedengkot perampok paling bengis -Kantra- adalah lulusan "Jawara Luhur".
KI Rangga Aditura bergeming. Ditemuinya senopati Anggara untuk klarifikasi.
"Memang benar, Kantra adalah alumni Jawala luhur. Namun kini status alumninya sudah dicabut. Ia sudah ditegur, diperingatkan, karena melanggar DwiPatra Jawara Luhur : Tulus mengabdi. Abadi pada kebajikan. Memimpin gerombolan perampok jelas-jela melanggar Dwi Patra!" Tegas KI Rangga Aditura.
"Iya. Bisa jadi memang demikian. Tapi tetap saja desas-desus di masyarakat, Jawara Luhur di balik makar itu!?"
"Aih... Aneh... tak ada alasan bagi kami berbuat demikian!"
"Sudahlah, pokoknya tutup padepokan ini. Begini Ki Rangga, kalau Aki mau menutup padepokan itu Kerajaan siap mengangkat Aki jadi dalem istana. Ganti rugi. Bahkan kami bantu membuat padepokan baru!"
"Hmmm... ini tak masuk akal. semua ini benar-benar aneh. Kalau alasannya membuat rakyat resah, kenapa kerajaan tidak menenangkan mereka dengan memberi penjelasan. Buru cecunguk-cecunguk itu. Jawara luhur tak ada setitikpun kaitan dengan mereka. Ecamkan itu!" Ki Rangga Aditura pluang dengan geram. Baginya alasan itu di luar nalar.
Tiba di padepokan ia sendu. Murid-murid yang sakit pulang. Memutuskan keluar. Tabib kampung yang dipaggil Ki rangga tak bisa mengobati mereka. Tinggalah satu murid saja, Aria Pinunggal.
Tapi kenyataan itu tak membuat Ki Rangga patah arang. Ia tetap semangat mengajar Aria Pinunggul. Setiap pagi, sedari kemeriap fajar, Aria pinunggul terus digembleng jurus-jurus. Dialatih gerakan-gerakan beladiri unggul. Siangnya Ki Ranga bekerja di ladang, megolah palawija.
Suatu pagi, seorang Dalem dari Kawedanan Majenang -Bramusti -datang. Ia hendak mendaftarkan putranya, Jambrana untuk masuk padepokan.
"Siapapun berhak masuk padepokan ini, tapi tentu harus melewati syarat. Syarat utamanya, ia nya sendirilah yang punya dorongan masuk padepokan, bukan yang lain. Baik... Jambrana, Kau siap masuk padepokan ini?"
Jambrana menggeleng. sedari tadi ia seperti tertekan.
"Ayolah Ki Rangga, mohon terima dia, dia sudah saya daftarkan di berbagai padepokan, tapi tak ada yang cocok dengannya, saya berharap ia mau berguru disini.'
"Diamlah, akan saya tanyai dulu ia. Jambrana, kalau kau dewasa, kau ingin jadi apa? Jadi Pendekar?" Ki rangga menghampiri Jambrana. Ia merungkut. Takut2 ia menjawab,
"Saya ingin jadi pedagang Ki, Jambrana tak suka berkelahi!"
"Jelas sudah ki sanak. Putramu tak menyukai dunia ini. Padahal ia adalah syarat mutlak masuk Jawara Luhur"
"Ayolah Ki, akan saya bayar berapapun yang aki Minta!"
"Tidak! Janga rusak masa depan anakmu ki sanak. Ia ingin jadi pedagang, Ajari ia berdagang! Lekas pergi"
"Akan saya beri 50 keping emas kalau aki menerima JAmbrana, ayolah!"
"Saya tak habis pikir, siapa sebenarnya yang mau berguru, kau atau anakmu, sudah. Lekas pergi!"
Sang Dalem pergi kecut.
Tahun kesepuluh, tak ada perubahan berarti. Pertambahan murid hanya 2-3 orang. Dobol-dobol atap sudah diperbaiki. Namun padepokan itu masih tetap kusam.Tak ada perbaikan.
Tahun itu, Aria Pinunggul dinyatakan lulus. Tidak seperti murid sebelumnya yang dimintanya menyebar ke berbagai daerah, Aria diminta Ki Rangga tinggal bersamanya. Menemaninya. Sekaligus dididiknya.
Tahun ke-12. Ki Rangga 70 tahun. Saat itu ia mulai rapuh. Angin segar berhembus. Kantra berhasil dibekuk. Lebih melegakan lagi ia mengakui hal sebenarnya. Sejatinya ia menjadi perampok atas bujukan Suhu Utama Haur Mukti. Dulu. Ia sangat iri melihat kemajuan Jawara Luhur. Ia berpikir keras untuk menjatuhkan Jawara Luhur. Fitnah itupun disebar. Ia memperalat -kantra- yang notabene alumni Jawara Luhur untuk menjelek-jelekan citra Jawara Luhur. Dengan iming-iming harta. dan itu berhasil selama 12 tahun. rahasia persekongkolan itu tertutp. Hingga akhirnya, Aria Pinunggul berhasil membekuk Kantra, dan memaksanya mengaku.
tahun itu juga beberapa alumni kembali. Beberapa diantaranya sudah menjadi pimpinan resimen di beberapa kadipaten. Mereka kembali untuk membangun jawara Luhur. Perlahan. Para alumni membawa ide segar perbaikan. Diantaranya manajemen keuangan dan manajemen Sumber daya. Beberapa suhu lain didatangkan. Ki Rangga meneima ide itu dengan terbuka.
Setahun berlalu. Ki Rangga Wafat. Ia tak sempat menyaksikan langsung pemugaran padepokan. Ia tak sempat melihat kembalinya jawara luhur menjadi Jawara dengan ratusan murid. Ia tak sempat melihatnya lewat pandanan mata. Namun ia merasakannya dari alam sana.


***
Tamat.
Maaf jika tulisannya terkesan garing, Ini cerita yang langsung diketik tanpa konsep matang, jadi mohon maklum jika ada yg ngawur. But... sejatinya saya menulis ini tidak hendak bercerita, saya ingin mengajak sahabatn sekalian untuk mengambil ceruk hikmah dari kisah ini.

1. Pertama tentang keteguhan, keistiqomahan. misal kita berorganisasi, Jumlah anggotanya amat sedikit, bisa jadi hanya satu dua orang. Semoga itu tak lantas menyurutkan langkah. terus saja berjalan, dengan segala kekurangan. Bisa jadi memang "Api" itu redup, tapi JANGAN PERNAH MEMBIARKANNYA MATI. Karena jika hanya meredup, esok lusa, bertahun kemudian, semoga saja ada bensin yang akan membesarkan "Kobaran api". Dalam cerita tadi, bensin itu alalah para alumni. Ketika ia dipercikan pada api "walau redup" ia kan memantik kobaran. Sebaliknya jika ia sedari awal sudah mati. Seberapa banyakpun bensin takan pernah bisa mengobarkannnya.
Karenanya, seberapa kecil pun organisasi yang kita bersamai, seberapa terseok-seokpun jalan yang ditempuh. JANGAN BIARKAN IA MATI. Biarkan ia hidup, seredup apapun, semoga nanti ada Bensin yang mengobarkannya.

2. Idealisme penting. Asas dasar tak boleh goyah oleh apapun. Seperti terlukis dalam kisah itu, ketika ki Rangga dihasut Senopati Anggara dan iming-iming Dalem Bramusti. hakikat inti -ruh- tak boleh goyah. Walau demikian modernisasi dan dinamisasi diperbolehkan, seperti tampak pada pembaharuan para alumni jawara luhur.

3. Pentingnya regenenasi. Penyebaran alumni. Biarkan mereka berkarya di bidang adapun yang mereka kuasai. Namun demikian ikat ia dengan simpul hakiki, ikatan ukhuwah, yang bisa jadi tak kasat mata namun terpatri di hati.

4. Bisa jadi kita tidak sempat melihat "kobaran api" besar itu. Kita tak mempermsalahkan itu. tugas utama Kita sekali lagi menjaga lestari "api" itu.

Semoga bermanfaat.
Afwan jika ada yang kurang berkenan.

Demikianlah Cerita Silat : Jawara Luhur

25.5.15

Tahapan Menulis Kreatif Puisi


Tahapan Menulis Kreatif Puisi

Prito Windiarto, S.Pd.

Aktivitas menulis merupakan suatu pengejawantahan dari keterampilan berbahasa yang paling tinggi setelah keterampilan menyimak, berbicara dan membaca. Menulis sebagaimana diutarakan Semi (2007: 14) merupakan “Suatu proses kreatif memindahkan gagasan dalam lambang-lambang tulisan.”
Kurniawan dan Sutardi (2012: 39) mengungkapkan “Proses  kreatif menulis puisi terdiri atas empat tahap, yaitu, penentuan ide, pengendapan, penulisan, serta editing dan revisi.” Empat proses tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut.
a.       Pencarian Ide
Pada tahap ini penyair mencari ide/insprirasi untuk puisi yang akan ditulisnya. Ide itu bisa berasal dari pengalaman batin pribadi penulis seperti kegundahan, kekecewaan, kebahagian, dan lain sebagainya. Bisa juga berasal dari pengalaman orang lain atau berdasar peristiwa/kejadian yang menggugah, misal bencana alam. Salah satu kiat untuk mendapatkan ide adalah dengan sering membaca buku, berjalan-jalan melihat sekitar, menonton pertunjukan, drama, film, atau berdiskusi dengan orang lain.
b.      Pengendapan atau Perenungan
Langkah berikutnya setelah ide didapatkan adalah dengan merenungkan atau mengendapkan ide tersebut. Pengendapan ini penting agar ide itu benar-benar matang. Proses pengendapan antara lain dilakukan dengan berkontemplasi dengan mengajukan berbagai pertanyaan. Misal, hendak dibawa kemana ide ini? Bagaimana penyajian kata-katanya? Bagaimana teknik penulisannya? Pertanyaan itu direnungkan baik-baik dan dicari jawabanya oleh diri sendiri.
c.    Penulisan
Apabila ide itu sudah diendapkan  maka saatnya dituliskan. Sebaiknya tidak ditunda-tunda, tulis apa yang ada dalam benak, jangan dulu direvisi. Biarkan tulisan itu mengalir. Jika buntu atau macet, maka berhentilah terlebih dahulu, istirahatkan pikiran, cari kegiatan yang bisa membuat pikiran lebih segar. Setelah pikiran segar, aktivitas menulis dilanjutkan.
d.      Editing dan Revisi
Apabila sebuah puisi telah selesai ditulis, maka tahap berikutnya adalah melakukan editing dan revisi. Baca ulang puisi yang dibuat. Editing behubungan dengan aspek bahasa,  dan tata  tulis, sedangkan revisi berkaitan dengan isi dan substansi puisi.

Demikianlah Tahapan Menulis Kreatif Puisi, semoga bermanfaat.

2.4.15

Lihat Buku Elektronik (Ebook) Kumpulan Cerpen, Puisi, dan Motivasi


lihat Buku Elektronik (Ebook) Kumpulan Cerpen, Puisi, dan Motivasi
Prito Windiarto


Pernyataan Resmi:  Mohon Maaf untuk saat ini postingan ini tidak valid.


Bagi yang ingin mendapatkan buku elektronik berikut:
1.      Kumpulan cerpen “Pohon Keberuntungan”
2.      Kumpulan Puisi “Kepingan Kehidupan 1”
3.      Kumpulan Puisi “Kepingan Kehidupan 2”
4.      Kutipan Buku Motivasi “Jarrib, Dahsyatkan Diri Dengan Kekuatan Mencoba”
5.      Buku Perjalanan “A Memorable Journey”
6.      Silabus Menulis Fiksi

Cara gampang sekali;
1.      Tuliskan alamat email di kolom komentar, boleh pilih semua atau beberapa, silakan pesan saja mau e-book nomor berapa.


Berikut adalah sekilas tentang buku dan status lisensinya:
A.    Kumpulan Cerpen “Pohon Keberuntungan”
Kumpulan cerpen ini menghadirkan 11 cerpen apik. 5 Cerpen berkisah seputar kasih sayang dan cinta. Enam lainnya bercerita tentang warna warni hidup dan kehidupan. Kisah-kisah sederhana namun memberi makna. Detail versi cetaknya:
Judul: Pohon Keberuntungan
Penulis: Akhi Dirman Al-Amin, Prito Windiarto, dkk
Penerbit: Leutika Prio
Kategori : FIKSI
ISBN:  978-602-8597-89-0
Halaman : 100 BW
Harga buku: Rp. 27.700, ebook: gratis
Status lisensi: Buku ini lisensinya ditangan KPS (Komunitas Pena Santri). Selaku Pimpinan umum KPS kami mempunyai lisensi untuk menyebarluaskan versi ebooknya.

B.     Kumpulan Puisi Kepingan Kehidupan 1
Merupakan buku kumpulan puisi terbaik Komunitas Pena Santri (KPS). Berisi puluhan puisi yang memberikan pemaknaan akan hidup.
Detailnya:
Judul: Kepingan Kehidupan
Penulis: Prito Windiarto, Inung Imtigani, dkk
Penerbit: Hamasah
Harga: Rp. 35.000
Status lisensi: Buku ini lisensinya ditangan KPS (Komunitas Pena Santri). Selaku Pimpinan umum KPS kami mempunyai lisensi untuk menyebarluaskan versi ebooknya.

C.     Kumpulan Puisi Kepingan Kehidupan 2
Merupakan kelanjutan dari buku pertama. Ragam tema yang dihadirkan diharapkan mampu membawa pemaknaan hidup yang lebih baik.
Judul      : Kepingan Kehidupan 2
Penulis  : Asqarini dkk
Tebal      : 120 hal
Terbit     : Agustus 2011
Harga    : Rp. 35.000
Status lisensi: Buku ini lisensinya ditangan KPS (Komunitas Pena Santri). Selaku Pimpinan umum KPS kami mempunyai lisensi untuk menyebarluaskan versi ebooknya.

D.    Kutipan Buku Jarrib
Merupakan kutipan kata-kata yang memotivasi pembaca untuk berani mencoba. Berani memulai sesuatu. Detail tentang buku, sebagai berikut.
Judul : Jarrib! Dahsyatkan Diri dengan Kekuatan Mencoba
ISBN/EAN : 9786020245935 / 9786020245935
Pengarang : Prian Alfan
Penerbit : Quanta (ELEX MEDIA)
Terbit :13 Agustus 2014
Pages : 264
Berat : 250 gram
Dimensi(mm):140 x 210
Pemesanan buku versi cetak, sms 087826263364
Status lisensi: Kutipan Buku ini dibuat oleh Prito Windiarto (Prian Alfan). Versi buku cetak,  lisensi masih berada di penerbit Quanta.

E.      A Memorable Journey

Penulis : Syifa Enwa,Okti Li , Nenny Makmun ,dkk
Editor : Ika Safitri
Desain isi : akh taufiq
Penerbit : Dar-Insyirah
Cetakan pertama : April 2012
ISBN : 978-602-19044-4-2
Buku ini mengisahkan kisah-kisah perjalanan para penulis. Setia tempat punya makna yang membekas. Selain keindahan alam, juga rangkaian peristiwa yang berkesan. Menambah keyakinan akan Ke-Mahaan Allah. Kisah bertabur hikmah nan menggugah. Selain itu juga bisa menjadi semacam referensi bagi pembaca yang ingin mengunjungi daerah tertentu.
Status lisensi: Buku ini lisensinya ditangan KPS (Komunitas Pena Santri). Selaku Pimpinan umum KPS kami mempunyai lisensi untuk menyebarluaskan versi ebooknya.

F.      Silabus Menulis Fiksi
E-book ini dibuat oleh CEO Diva Press, Edi Mulyono. Versi cetaknya dapat dipesan via penerbit. Buku ini berisi silabus menulis fiksi (cerpen, novel, dll). Ditulis dengan gaya yang mudah dipahami dan dipraktikan.
Status lisensi: Buku ini lisensinya ditangan Pak Edi Mulyono (CEO Diva Press), beberapa waktu lalu saya sempat meminta izin menyebarkan e-book buku ini dan diizinkan.
Baiklah, demikianlah sekilas buku-buku tersebut.
Sekali lagi caara mendapatkannya sekali lagi mudah saja, silakan tulis alamat email sahabat di kolom komentar. Mudah bukan?
Mari Lihat Buku Elektronik (Ebook) Kumpulan Cerpen, Puisi, dan Motivasi

29.9.14

Kuis Jarribbukuku

 Kuis Jarribbukuku

Mau dapet hadiah menarik dari Gramedia ga Sob?
Ikuti Quiznya JARRIB!



Caranya gampang banget. Ikuti langkah-langkah berikut ini:
1. Upload foto selfie kamu dengan buku JARRIB! terbitan Quanta ke twitter, FB, Path atau Instagram
2. Sertakan caption yang kamu sukai dari buku JARRIB!
3. Gunakan hashtag #JarribBukuku
4. Follow dan mention hashtag di atas ke Twitter @Quantabooks dan FB: @QuantaEmk dengan menyertakan tautan foto selfiemu
5. Mention atau tag 5 teman kamu untuk follow social media: @QuantaBooks dan FB; @QuantaEmk

Ada Hadiah Menarik untuk 5 Pemenang

- Voucher Toko Buku Gramedia senilai:
Rp100.000 (untuk 3 pemenang terbaik)
Rp50.000 (2 pemenang lainnya)
- Hadiah buku seharga Rp200.000 (pilihan penerbit)

Periode:
20 Agustus - 31 Oktober  2014

Buruan sebelum terlambat!
Contoh fotonya, bisa dilihat di
https://www.facebook.com/photo.php?fbid=10201774915133271&set=a.1812365847588.73846.1793283550&type=1&theater



Yang mau pesan online bukunya plus tanda tangan penulis dan stiker, harga 57 ribu, belum termasuk ongkir, sila sms, pesan Jarrib ke 087826263364

Ada juga novel "Tiga Matahari" harga 30.000. Plus tanda tangan dan stiker.  Belum termasuk ongkir. Berminat? Sms nomor di atas...


17.8.13

ESAI SASTRA Puisi, Curahan Hati?

ESAI SASTRA 
Puisi, Curahan Hati?



Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Kritik & Esai

Disusun oleh :
3F

Prito Windiarto
Intan Nur Pratiwi
Chaerunisa
Daryanto
M. Bahaudin Toqota






PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS GALUH

2012


 Puisi, Curahan Hati?

Kenang
Pipit Taufik
Haruskah ku tanpamu?
Haruskah ku sendiri?
Tak sanggup aku menahan rindu ini
Tak sangggup aku menahan air mata ini
Semua kenangan kita, yang telah kita lalui
Semua air mata yang telah kita alami
Hilang sudah tak kembali
Kumohon kenanglah aku
Walaupun diriku telah menyakitimu
Kumohon berjanjilah padaku
Tak seindah bersamaku, saat kau telah memilikinya
(Pipit Taufik, Kumpulan Puisi Lagu Rindu, 2010)

Esai Sastra
            Puisi berjudul kenang karya Pipit Taufik ini bertemakan percintaan, lebih persisnya perihal patah hati. Penyair mengungkapkan kegundahan hati karena berpisah dengan kekasihnya. Si penyair menyakiti hati kekasihnya kemudian memutuskan hubungan dengannya. Namun pada akhirnya ia menyesali keputusannya itu. Ini dibuktikan dengan kutipan berikut : “Kumohon kenanglah aku/walaupun diriku telah menyakitimu.” Bahkan penyair merindukan kembali sang mantan itu, buktinya : “Tak sanggup aku menahan rindu ini/tak sanggup aku menahan air mata ini.”
            Puisi ini lebih cenderung berbentuk curahan hati penyair. Berisi luapan emosional atas kepedihan yang menghampirinya. Penyair menuangkan gagasan dalam puisinya hanyalah berupa luapan ekspresional perasaan. Puisi ini seolah diciptakan hanya untuk dirinya sendiri, sehingga rasa ‘kepemilikan’ pembaca kurang terakomodir. Kami selaku pembaca seperti tidak diizinkan ikut merasakan apa yang dirasakan penyair. Tak tampak proses perenungan mendalam dalam penciptaan puisi ini. Indikatornya, terlihat dari segi bahasa yang digunakan tidak terlalu mendalam. Makna dan amanat terkesan dangkal.
            Pada sisi perasaan, penyair tampak tidak konsisten. Pada satu sisi ia menyakiti kekasihnya, pada sisi lainnya ia justru menyesali keputusannya itu.
            Dalam kaitannya dengan pendidikan karakter yang sekarang sedang gencar digalakan, puisi ini tampaknya kurang cocok digunakan sebagai bahan ajar apresiasi sastra di sekolah. Puisi ini kurang menunjukan pesan moral yang baik. Dari segi pengunaan bahasa puisi ini tidak terlalu memperlihatkan diksi yang mantap. Tidak banyak metafor atau majas-majas lain yang mempercantik tampilan puisi. Bahkan dalam puisi tersebut terdapat konteks yang maknanya kami rasa kurang jelas. Simak kutipan berikut: “Kumohon berjanjilah padaku/Tak seindah dulu, saat kau telah memilikinya”
            Secara umum, puisi ini termasuk baik jika dilihat dalam pengertian bahwa puisi adalah sebuah karya yang merupakan ekspresi penyair terhadap apa yang dilihat, didengar dan dirasakannya. Namun sebaliknya jika dilihat  dari sisi bahwa pembelajaran sastra (termasuk puisi) bertujuan untuk memperhalus budi pekerti siswa, juga sebagai bagian dari pembentukan karakter, maka puisi “kangen” ini kurang cocok digunakan sebagai bahan ajar. Pendapat ini diambil berdasar telaah isi dan telaah bahasa.
Dari telaah bahasa kita mendapati puisi ini tidak menggunakan permainan diksi ciamik. Begitu halnya penggunaan majas-majas penghias yang minim. Dari telaah isi kita mendapati, puisi ini bertema percintaan, patah hati. Lebih berbentuk curahan hati pribadi, tanpa keterlibatan pembaca secara intents. Dari segi isi, pesan moral dan amanat yang disampaikan tidak terlalu banyak, bahkan terlihat inkonsistensi sikap dalam diri penyair itu sendiri.
Sejatinya, menurut hemat kami tidak menjadi soal ketika penyair menulis puisi yang mencerminkan curahan hatinya. Namum alangkah lebih elok jika curahan itu melewati proses kontemplasi yang dalam, sehingga pembaca memperoleh hikmah dari apa yang diungkapkan penyair. Selain itu yang tak boleh dilupakan adalah pemilihan diksi yang apik akan memberikan sensasi yang unik. Pada akhirnya puisi curahan hati yang melewati proses perenungan yang mendalam dan pemilihan diksi yang baiklah yang akan memberikan energi dan imaji kuat di benak pembacanya (penikmat sastra).Demikanlah ESAI SASTRA : Puisi, Curahan Hati?

19.4.13

Kumpulan Kata Bijak dari Buku Tere Liye






Kumpulan Kata Bijak dari Buku Tere Liye

Gambar ini dikreasi tim Penerbit Gramedia Pustaka Utama. Silakan copas bin share. Semoga berkenan.

Tere Liye

Kata Bijak Tere Liye

Kata Bijak dari buku Tere Liye

Novel Tere Liye

Kutipan Buku Darwis tere liye


Semoga bermanfaat.
Salam hangat, Prito Windiarto, penulis novel Tiga Matahari, Fb : Prito Windiarto, Twitter @pritowindiarto
Demikianlah Kumpulan Kata Bijak dari Buku Tere Liye

17.4.13

Kumpulan Gambar Berisi Kata-kata Bijak 1







Kumpulan Gambar Berisi Kata-kata Bijak 1

Semoga bermanfaat, silakan share.

Kumpulan Gambar Berisi Kata-kata Bijak 1


Kata Bijak

Kata Bijak Prito Windiarto

Kumpulan Gambar Berisi Kata-kata Bijak 1





15.4.13

Karena Hidup, maka....


Karena langit tak selamanya cerah.
Karena Hidup, maka.... 



Karena mentari tak selamanya bersinar terang. 
Karena bulan tak selamanya purnama.
 Karena dunia tak abadi, fana semata.
 Maka, perubahan adalah kepastian.
 Pergerakan adalah keharusan.
 Pengembangan adalah kemestian. 
Jangan pernah takut untuk berubah! 
Jangan pernah takut untuk bergerak! 
Jangan pernah takut untuk berkembang! 
Karena jalan tak selamanya lurus lempang. 
Karena roda selalu berputar.
 Kadang diatas, kadang di bawah.
 Maka jangan takut untuk berkarya.
 Jangan takut hasilnya tidak diterima. 
Karena salah adalah lumrah.
 Kekeliruan bisa ditoleran. 
Teruslah maju! Karena hidup, maka. . . . . . . . . . berkaryalah. 

Prito Windiarto: 010308€180709
Twitter: @pritowindiarto

31.3.13

Penerbit Dar Insyirah

Penerbit Dar Insyirah

Ingin nerbitin buku, cerpen, atau novel sendiri tapi dana terbatas?? Caranya gampang. Mungkin kami bisa sedikit membantu. Anda bisa kirim naskah ke kita. Boleh PDF, Word atau yang lain asal jangan tulisan tangan lho:-) .

Tenang aja, DESAIN COVER DAN LAYOUT GRATIS!!!
info lengkapnya bisa hubungi Mas Allan (085784542225) atau naskah bisa langsung dikirim ke ahmad_allan25@yahoo.com contoh buku, desain bisa di lihat di sini
http://dar-inshirah.blogspot.com/2012/06/antara-game-dan-gama.html

ORDER BISA SMS


selamat berkarya


24.3.13

Surat dahlan



Assalamu ‘alaikum Wr. Wb.
Surat dahlan

Dear Pak Dahlan.
Perkenalkan, saya Prito, seorang santri dari Ciamis. Apa kabar Pak? Semoga sehat selalu. Ditengah berbagai  kesibukanmu, semoga Allah mudahkan segenap urusan kebaikan.
Pak Dahlan. Tak banyak yang akan saya sampaikan dalam surat ini. Pada kesempatan ini . izinkan saya mengucapkan terima kasih atas banyak hal.
Bapaklah, salah seorang yang membuat saya bangga menjadi  santri. Bapak yang menunjukan bahwa santri-pun bisa. Dulu, awal-awal masuk pesantren saya merasa minder. Apakah santri bisa jadi “orang”? Apakah santri bisa bersaing dengan lulusan sekolah umum? Ternyata bisa! Bapak menunjukan itu dengan elegan.
Pertama kali saya “mengenal” bapak ketika masih menjadi pemimpin Grup Jawa Pos. Ketika itu saya membaca profil bapak, di sana disebutkan bahwa bapak, dulunya, adalah seorang santri. Hebat sekali, dari santri bisa menjadi pemimpin perusahaan besar.  “Wah, Pak Dahlan juga bisa, kenapa saya tidak?” Pikir saya waktu itu.
Selanjutnya, perihal teladan kesederhanaan yang diberikan. Walau sudah menjadi “pejabat”, bapak tetap “merakyat”. Gaya bapak memimpin yang tidak ribet dalam birokrasi kiranya bisa menjadi contoh bagi yang lain. Bahwa “pejabat” itu melayani, bulan dilayani.
Terakhir, dalam surat ini. Saya berdoa, semoga bapak tetap istiqomah di jalan kebaikan, kesederhanaan dan keberanian. Selalulah menjadi pribadi yang menginspirasi.
Biarkan sejarah mencatat dengan tinta emas segala pengabdian tulusmu. Dan semoga saya bisa menyusulmu, atau bahkan melebihimu.
Wassalamu ‘alaikum Wr. Wb.
Salam hangat,
Prito Windiarto



Info CPNS PPPK 2019 & Pelajaran Bahasa Indonesia

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...