tas
Home » » Nasihat Pernikahan 1

Nasihat Pernikahan 1

Written By Prito Windiarto on 28 September 2012 | 9:47 AM

Nasihat Pernikahan 1 :
Menikah Kok Malah Futur?
Dilema Golongan Sempurna Setengah Dien
Oleh : Asa Mulchias


Untuk banyak ikhwan dan akhwat yang telah menikah, berikut ini masalah. Atau tantangan? Terserahlah. Yang penting, harus dicari jalan keluarnya.

Merasa tidak seshalih sewaktu lajang?

Saat belum memiliki pasangan, rajin sekali menuntut ilmu. Menghafal Quran. Berdakwah ke sini dan ke sana. Tapi, kenapa setelah lengkap setengah dien itu, malah "hilang" sebagian yang lain?

Masa-masa awal pernikahan, rentang usia 0 - 3 tahun, menurut Irwan Rinaldi, pengasuh rubrik kolom Ayah di majalah Ummi sekaligus pemeran sosok Ust. Rahmat Abdullah di film Sang Murabbi, adalah waktu pembentukan identitas rumah tangga. Jika dalam 3 tahun tersebut, rumah tangga diwarnai dengan pembinaan, kegiatan, dan hari-hari yang militan, itu akan terbawa terus sepanjang napas pernikahan.

Namun, bila pernikahan hanya diisi dengan kegiatan zona nyaman, maka jangan heran banyak standar yang menurun. Padahal, di masa-masa itu pulalah pasangan ikhwan dan akhawat mungkin punya anak. Lalu, ayah macam apa yang akan menyambut sang generasi baru? Ibu macam apa yang akan mendidik sang penerus perjuangan?

Itu sebabnya kita menemukan potret keluarga hafizhul quran, ada juga hafizhul tontonan. Ada keluarga da'wah ilallah, ada pula keluarga mantan da'wah ilallah.

Rumah tangga harusnya jadi semangat tersendiri untuk meningkatkan amal. Kualitas. Pencapaian. Tentu, itu teorinya. Sedang praktiknya amat sukar jika tidak ada kesungguhan dan suami dan pasangannya. Karena lelaki, setelah menikah, bisa asyik lupa ketika bertemu keluarga. Karena perempuan, setelah menikah, bisa lebih memilih sibuk mengurusi pernak-pernik rumah tangga.

Salah?

Tidak, pastinya. Hanya saja, kalau berlebihan, kita pelan-pelan bisa berubah jadi laki-laki dan perempuan umum biasa. Yang tak lagi punya isy kariiman, hidup cita-cita mulia. Cuma bervisi mengalir, cari uang, nikmati, anak besar, menikah, punya cucu, dan mati dengan nisan sempurna.

Iqamatuddin? Masa lalu yang indah belaka. Tak lebih dari album kenangan buram di antara saraf-saraf kepala.
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

Cari Materi Pelajaran Lain

Terpopuler

Langganan Youtube

Powered by Blogger.
 
Support : Designer | Organized | Chanel
Copyright © 2013. Pelajaran Bahasa Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger