tas
Home » » Perihal Cerpen

Perihal Cerpen

Written By Prito Windiarto on 02 October 2012 | 9:12 PM

Perihal Cerpen
Oleh : Prito Windiarto

Bahan Ajar Menjelaskan Unsur Intrinsik Cerpen
1. Pengertian Cerita Pendek
Batasan (pengertian) cerita pendek sebagai sebuah karya sastra cukup banyak. Cukup sulit untuk membuat batasan yang benar-benar tepat. Berikut adalah pengertian cerpen menurut beberapa ahli.
Menurut Edgar Allan Poe, (dalam Jassin 1961:72) ”cerpen adalah sebuah cerita yang selesai dibaca dalam sekali duduk, kira-kira berkisar antara setengah sampai dua jam” (Nurgiyantoro, 2010:10).
Sementara Rani, (1996:276) menyatakan “cerpen adalah singkatan dari cerita pendek, disebut demikian karena jumlah halamannya yang sedikit, situasi dan tokoh ceritanya juga digambarkan secara terbatas.” (http://farhan-bjm.web.id diakses 11 April 2012).
Dalam bukunya berjudul Anatomi Sastra (1993:34), Semi mengemukakan “cerpen ialah karya sastra yang memuat penceritaan secara memusat kepada suatu peristiwa pokok saja. Semua peristiwa lain yang diceritakan dalam sebuah cerpen, tanpa kecuali ditujukan untuk mendukung peristiwa pokok.” (http://farhan-bjm.web.id diakses 11 April 2012).
2. Unsur Intrinsik Cerpen
Nurgiyantoro (2010:23) menyatakan, “unsur-unsur intrinsik ialah unsur- unsur yang membangun karya sastra karya sastra itu sendiri. Unsur-unsur itulah yang menyebabkan karya sastra hadir sebagai karya sastra. Unsur intrinsik adalah unsur yang secara langsung turut membangun cerita.”
Menurut Rizza Aria Ferdian, S.Pd. (http://rizza-af-guruindo.blogspot.com) unsur-unsur intrinsik prosa (cerpen) ada tujuh: 1) tema, 2) amanat, 3) tokoh, 4) alur (plot), 5) latar (setting), 6) sudut pandang, dan 7) gaya bahasa.
Lebih jauh Rizza Aria Ferdian, S.Pd. memberikan gambaran mengenai unsur-unsur intrinsik tersebut.
1. Tema
Gagasan, ide, atau pikiran utama yang mendasari suatu karya sastra disebut tema. Atau gampangnya, tema adalah sesuatu yang menjadi dasar cerita, sesuatu yang menjiwai cerita, atau sesuatu yang menjadi pokok masalah dalam cerita.

2. Amanat
Amanat adalah ajaran moral atau pesan yang ingin disampaikan oleh pengarang melalui karyanya.
3. Tokoh dan Penokohan
Tokoh adalah individu ciptaan/rekaan pengarang yang mengalami peristiwa-peristiwa atau lakuan dalam berbagai peristiwa cerita. Pada umumnya tokoh berwujud manusia, namun dapat pula berwujud binatang atau benda yang diinsankan.
Penokohan adalah penyajian watak tokoh dan penciptaan citra tokoh.

4. Alur (Plot)
Alur adalah urutan atau rangkaian peristiwa dalam cerita.

5. Latar (setting)
Latar adalah segala keterangan, petunjuk, pengacuan yang berkaitan dengan waktu, ruang, suasana, dan situasi terjadinya peristiwa dalam cerita. Latar dapat dibedakan ke dalam tiga unsur pokok:
a. Latar tempat, mengacu pada lokasi terjadinya peristiwa yang diceritakan dalam sebuah karya fiksi.
b. Latar waktu, berhubungan dengan masalah ‘kapan’ terjadinya peristiwa-peristiwa yang diceritakan dalam sebuah karya fiksi.
c. Latar sosial, mengacu pada hal-hal yang berhubungan dengan perilaku sosial masyarakat di suatu tempat yang diceritakan dalam karya fiksi. Latar sosial bisa mencakup kebiasaan hidup, adat istiadat, tradisi, keyakinan, pandangan hidup, cara berpikir dan bersikap, serta status sosial.

6. Sudut pandang (point of view)
Sudut pandang adalah cara memandang dan menghadirkan tokoh-tokoh cerita dengan menempatkan dirinya pada posisi tertentu. Dalam hal ini, ada dua macam sudut pandang yang bisa dipakai:
a. Sudut pandang orang pertama (first person point of view) tokoh si ‘aku’ tersebut.
Sudut pandang orang pertama masih bisa dibedakan menjadi dua:
1. ‘Aku’ tokoh utama.
2. ‘Aku’ tokoh tambahan.
b. Sudut pandang orang ketiga (third person point of view)
Sudut pandang ‘dia’ dapat dibedakan ke dalam dua golongan berdasarkan tingkat kebebasan dan keterikatan pengarang terhadap bahan ceritanya:
1. ‘Dia’ mahatahu.
2. ‘Dia’ terbatas (‘dia’ sebagai pengamat).
7. Gaya bahasa
Gaya bahasa adalah teknik pengolahan bahasa oleh pengarang dalam upaya menghasilkan karya sastra yang hidup dan indah. Pengolahan bahasa harus didukung oleh diksi (pemilihan kata) yang tepat. Namun, diksi bukanlah satu-satunya hal yang membentuk gaya bahasa.
Gaya bahasa merupakan cara pengungkapan yang khas bagi setiap pengarang. Gaya seorang pengarang tidak akan sama apabila dibandingkan dengan gaya pengarang lainnya, karena pengarang tertentu selalu menyajikan hal-hal yang berhubungan erat dengan selera pribadinya dan kepekaannya terhadap segala sesuatu yang ada di sekitamya.

Menurut KBBI
Cerpen : kisahan pendek (kurang dr 10.000 kata) yg memberikan kesan tunggal yg dominan dan memusatkan diri pd satu tokoh dl satu situasi (pd suatu ketika)
1. Tema : pokok pikiran; dasar cerita (yg dipercakapkan, dipakai sbg dasar mengarang, menggubah sajak, dsb):
2. Amanat ; gagasan yg mendasari karya sastra; pesan yg ingin disampaikan pengarang kpd pembaca atau pendengar
3. Tokoh : pemegang peran (peran utama) dl roman atau drama *Penokohan : proses, cara, perbuatan menokohkan; 2 penciptaan citra tokoh dl karya susastra
4. Alur : rangkaian peristiwa yg direka dan dijalin dng saksama dan menggerakkan jalan cerita melalui kerumitan ke arah klimaks dan penyelesaian
5. Latar : keterangan mengenai waktu, ruang, dan suasana terjadinya lakuan dl karya sastra
6. Sudut Pandang : cakupan sudut bidik lensa thd gambar
7. Gaya Bahasa : 1 pemanfaatan atas kekayaan bahasa oleh seseorang dl bertutur atau menulis; 2 pemakaian ragam tertentu untuk memperoleh efek-efek tertentu; 3 keseluruhan ciri-ciri bahasa sekelompok penulis sastra; 4 cara khas dl menyatakan pikiran dan perasaan dl bentuk tulis atau lisan;
Share this article :

2 komentar:

Post a Comment

Cari Materi Pelajaran Lain

Terpopuler

Langganan Youtube

Powered by Blogger.
 
Support : Designer | Organized | Chanel
Copyright © 2013. Pelajaran Bahasa Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger