tas
Home » » Drama Monolog: Pengacara Cendikia

Drama Monolog: Pengacara Cendikia

Written By Prito Windiarto on 20 December 2013 | 12:26 PM


Drama Monolog: Pengacara Cendikia

Prito Windiarto

Di siang nan terik, sumpek. Seorang lelaki menjelang usia 25 kusut berjalan. Mukannya keruh. Ini perusahaan ke-15 yang didatanginya siang ini. Semua Nihil! Kuota karyawan penuh. Tak ada satu pun yang menerima surat lamaran kerjanya. Menyeracaulah ia.
Haduh… Sudah PT ke-15 aku datangi, tak ada satupun yang menerima. Jika ditotal sejak kemarin lusa sudah lebih dari 50 perusahaan aku sambangi. Nihil! Teganya…. teganya .. teganya…..” Memelas. Duduk di bangku taman. Berdiri lagi.
Padahal kurang apa coba. Gini-gini saya ini sarjana lho, S 1. Lulusan UI pula. Kalian tahu kan UI?”
Universitas Indonesia!” Jawab penonton.
Eh bukan-bukan, Bukan Universitas Indonesia, UI itu Universitas Indungsia! hehe”
Ahghhh… di zaman ini . Segala-gala susah. Cari duit, susah! Cari kerja, suuusah! Cari air, Syusyah! Cari calon istri, sssssusah. Cuma ada beberapa yang gak susah. Apa coba?”
Apa?” tanya penonton.
Yang gak susah itu, CARI MASALAH dan CARI MATI! Hoho.”
Bolak-balik di panggung.
Bolak-balik, mondar-mandir, dahi hulu ke seberang, dari sabang ke merauke, dari udik ke hulu, cari duit sulit li lit!”
Eh eh… Lihat lihat! Di ujung jalan itu… Mobil mewah berlalu-lalang, anak-anak jalanan berseliweran. Ironis ya!”
Ekspresi sedih. Tiduran di kursi.
Di negeri kita,yang Tanah surga, katanya. Zamrud Katulistiwa, julukannya. Yang kaya tambah kaya, yang miskin makin miskin. Yang senang semakin senang, yang terhimpit semakin terjepit. Yang galau makin galau.”
Kacau-kacau!” Berdiri.
Para pejabat kita, punya harta bergelimang bukan kepalang. Rakyat jelata makin menderita.”
Fuih!” Menjijikan! Membanting map surat lamaran pekerjaan.
Menemukan Koran bekas.
Wah, ada Koran nih. Baca ah.”
Berita utama. –Terorisme mengancam Indonesia- Densus 88 kembali menciduk para teroris di Margonda, Depok.”
Hem… Ngomong-ngomong teroris. Mereka itu kurcaci-kurcaci saja. Teroris kelas teri. Di Negeri kita, lebih banyak lagi gembong teroris. Kelas kakap! Kalian tahu siapa mereka?”
Gak tahu!” jawab penonton serempak.
Gembong teroris itu, sebenarnya, para KORUPTOR. Korban kejahatan mereka bukan 1,2 atau 10,20 orang tapi ribuan atau bahkan jutaan orang. Lebih kejam mana coba? Seharusnya para koruptor itu yang dihukum mati, setuju?!”
Setuju!”
Ah sudah-sudah. Ngomongin politik, hukum, bikin ruwet! Mending baca berita hiburan, entertainment, selebritis.” Membolak-balik Koran.
Psy mengguncang Amerika lewat Gangnam Style. Nah ini baru seru. Kalian tahu Gangnam style kan?”
Ngaakkk!”
Huh, Ter-la-lu! Nah biar ga stress mending nge-Ganggam Style yuks! Musik cekidot”
Musik. Menari Gangnam Style di panggung.
Hah hah… Aduh cape… sudah berhenti dulu dah!” Mengipas-ngipasi tubuh.
Hem… oya, baru keinget, siang ini belum Up Date Status.” Mengeluarkan HP.
Masuk FaceBook dulu ah. Email : keyunyusekali@yahoo.com. Password, keypecintasejati. Tara…. Facebook terbuka!!!”
Wah banyak yang komen nih, status tadi pagi, tadi aku tulis : “Pagi ini melamar kerja lagi, doain eaaa!!!”
Ini komen dari Rendra si Anak Ingusan : Iya, cemunguuttt! Komen dari Aris sayang Tenny : Trusss… Gue mesti bilang Woouww gittchu?! Yang ini komen dari Rizka ‘rinndhhucintraaa’ langiiittt : Yah itu sih masalah lo, derita loe, buat apa gue repot2 doa!”
Haduh kurang asem betul! Bukanya doain, malah merutuk!”
Hah… Ini nih repotnya jadi pengacara cendikia, Penganngguran banyak acara cendikia. Kasihan papi-mami membiayai banyak. Berkorban demi mencari uang kuliah. Dan kini aku hanya… menganggur! Hiks”
Sedih. Sendu. Nyanyian kemalangan.
Ya Allah, semua ini kuserahkan padaMu. Pada kuasaMu. Tawakkalku!”
Berlutut!
Seseorang datang.
Hey hey… kenapa bersimpuh begitu. Bangun bangun!”
Jangan putus asa! Daripada sedih begitu, mending ikut aku yuks!” Memapah.
Ke mana?”
Ayo ikut, kita ke acara Pekan Indonesia Kreatif yuks. Ikutan Drama atau musikalisasi puisi. Siapa tahu kamu bisa jadi aktor terbaik!”
Aku gak pinter acting,kawan?!”
Udah ikut aja. Yang pasti di sana banyak acara menarik yang bakal memantik kreatifitasmu. Kamu dilatih menjadi orang kreatif nan inovatif. Kalau sudah kreatif dan inovatif ngak perlu ngemis-ngemis cari kerja. KAMU YANG MEMBUKA LAPANGAN KERJA! Ayo Ikut!”
Benarkan?”
Sumpeh deh! Ayoooo… Cepet!”
Mereka berjalan beriring menuju pageleran Pekan Indonesia Kreatif. Tak ada lagi Pengacara Cendikia, yang ada Pejuang Cendikia.
*TAMAT*

Share this article :

Cari Materi Pelajaran Lain

Mari Bergabung

Terpopuler

Langganan Youtube

Powered by Blogger.
 
Support : Designer | Organized | Chanel
Copyright © 2013. Pelajaran Bahasa Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger