tas

Jenis dan Contoh Paragraf Induktif Deduktif

Written By Prito Windiarto on 24 November 2014 | 9:11 PM






Jenis dan Contoh Paragraf Induktif Deduktif



Induktif-Analogi

Ikan paus dan sapi adalah dua binatang yang berbeda. Ikan paus hanya hidup di laut, sedangkan sapi hanya di darat. Walaupun demikian, keduanya memiliki banyak kesamaan. Keduanya bernapas dengan paru-paru, berdarah panas, dan berkembang biak dengan melahirkan anaknya masing-masing. Kalau sapi menyusui anaknya, diyakini pula bahwa ikan paus pun berbuat serupa.

Induktif-Analogi

Dalam hidupnya, sebenarnya manusia bisa meniru pohon pisang. Pohon pisang adalah pohon yang begitu ditunaskan oleh induknya akan tumbuh sampai besar. Pohon ini tidak akan mati kalau belum berbuah dengan buahnya yang enak dan bergizi. Manusia pun dapat meniru falsafah pohon pisang: hidup, tumbuh, berkarya baru setelah itu, tua dan meninggal, kecuali jika sebelum berkarya Tuhan memanggilnya.

Generalisasi

Daun pisang berwarna hijau karena memiliki klorofil. Daun bayam juga hijau karena memiliki klorofil. Daun pohon mangga juga hijau karena berklorofil. Daun kangkung, daun jati, daun padi, dan sebagainya juga berwarna hijau karena memiliki klorofil. Jadi, semua daun yang berklorofil berwarna hijau.

Emas merupakan komoditas yang mahal karena persediaannya terbatas, sementara permintaan sangat tinggi. BBM juga cenderung mahal karena persediaannya terbatas dan permintaan tinggi. Beras bisa menjadi sangat mahal kalau persediaan menipis dan permintaan dari konsumen tinggi. Dapat disimpulkan bahwa semua barang yang persediaannya terbatas tetapi permintaan tinggi, harganya mahal.

Induktif
c. Sebab dan akibat

Sebab-akibat

Saya bangun kesiangan. Akibatnya, saya terlambat.

Akibat-sebab

Pak Amat bersyukur. Anaknya yang hanya semata wayang lulus dengan predikat sangat

1)      Sebab-akibat

CGI (Consultative Group on Indonesia) adalah kelompok negara-negara yang berkomitmen memberi bantuan keuangan bagi pembangunan di Indonesia. Dalam perkembangannya lembaga itu ternyata sering turut campur dalam urusan politik dan masalah dalam negeri Indonesia. Bahkan, pernyataan-pernyataan dari pimpinannya sering mendikte Indonesia. Atas pertimbangan demi kedaulatan bangsa, akhirnya CGI dibubarkan oleh Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono.

2)      Akibat-sebab

Atas pertimbangan demi kedaulatan bangsa, CGI (Consultative Group on Indonesia) dibubarkan oleh Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono. Penyebabnya adalah lembaga itu ternyata sering turut campur dalam urusan politik dan masalah dalam negeri Indonesia. Bahkan, pernyataan-pernyataan dari pimpinannya sering mendikte Indonesia. Padahal, pada awalnya lembaga itu berkomitmen hanya untuk memberi bantuan keuangan bagi pembangunan di Indonesia.

3)      Sebab – akibat 1 – akibat 2 – dst

Tahun 2005 pemerintah memutuskan menaikkan harga BBM sebesar hampir seratus persen. Kenaikan itu membawa akibat semua barang industri melambung tinggi. Daya beli masyarakat pun merosot tajam. Produk-produk industri mengalami kesulitan dalam pemasaran. Produksi terancam berhenti. Akhirnya perusahaan banyak yang memutuskan mengambil langkah PHK (pemutusan hubungan kerja) terhadap sebagian besar karyawan atau buruhnya. Tidak aneh, pengangguran pun
meningkat pesat mencapai 45 juta jiwa.

*******

Deduktif
Perubahan fisik kota dan sekitarnya yang begitu pesat terjadi dalam dua tahun terakhir.  Melalui investasi dari luar daerah, empat buah pusat perbelanjaan telah dibangun. Sejumlah hipermarket mengepung kota. Kafe, lounge, dan diskotek merebak di sudut-sudut kota. Bangunan yang rata-rata lebih besar dari bangunan lama itu berdekatan. Kecuali menjepit posisi pasar  radisional dan kampung-kampung, mereka juga potensial menimbulkan efek kemacetan lalu lintas.

Pelanggaran lalu lintas sering dilakukan. Menyeberang tidak pada tempat yang sudah ditentukan adalah contohnya. Menghentikan bus sekehendak hati sopirnya adalah contoh lain. Bahkan, pengendara kendaraan bermotor yang tidak memiliki SIM termasuk pelanggaran lalu lintas.

Gunung api dapat dibagi menjadi tiga macam. Pertama, gunung api perisai. Bila meletus, magma gunung api jenis ini tidak menyembur ke angkasa, tetapi meleleh pelanpelan. Kedua, gunung api maar. Gunung api jenis ini hanya meletus sekali seumur hidup dengan meninggalkan kawah atau danau, seperti yang tampak di Dieng dan Gunung Gede. Ketiga, gunung api strato. Bila meletus, gunung api jenis ini menyemburkan material ke angkasa. Material yang jatuh di sekitar kawah akan membentuk gunung berbentuk kerucut, makin lama makin tinggi.

Share this article :

Cari Materi Pelajaran Lain

Mari Bergabung

Terpopuler

Langganan Youtube

Powered by Blogger.
 
Support : Designer | Organized | Chanel
Copyright © 2013. Pelajaran Bahasa Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger