tas

Contoh Soal UAS Semester 1 Bahasa Indonesia Kelas VIII / 8 SMP / MTs Terbaru

Written By Prito Windiarto on 30 November 2016 | 10:09 PM

Contoh Soal UAS Semester 1 Bahasa Indonesia Kelas VIII / 8 SMP / MTs Terbaru

Yayasan Ibadurrahman
Pondok Pesantren Modern Darul Huda
SMP IT Al Fawwaz
Kota Banjar

ULANGAN AKHIR SEMESTER (UAS) 1
TAHUN PELAJARAN 2016/2017

Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Hari / tanggal : Senin, Desember 2016


Kutipan novel berikut untuk soal nonor 34, 35, 36, 37, dan 38.
“Tatap matahari itu Jar! Walau sekilas, meski silau.” Abah meminta Fajar yang sedang duduk di saung sawah mendongak.
  “Abah hanya ingin katakan, jadilah selayak matahari! Ia terus taat menjalani titah RabbNya. Tanpa sekalipun meleset, ia tetap terbit. Walau sejatinya ia muak melihat kemaksiatan manusia.” (Kisah Tiga Matahari -  Prian Alfan)

34. Watak tokoh Abah sesuai kutipan novel di atas adalah ...
a. Sombong c. Bijakasana
b. Acuh tak acuh d. Pelit

35. Tema kutipan novel di atas adalah ...
a. Percintaan c. Rasa optimissme
b. Persahabatan d. Religius

36. Latar kutipan novel tersebut adalah...
a. Pagi hari di kebun c. Pagi hari di sawah
b. Siang hari di sawah d. Siang hari di ladang

37. Sudut pandang kutipan novel tersebut adalah...
a. Orang pertama pelaku utama
b. Orang pertama pelaku sampingan
c. Orang kedua
d. Orang ketiga

38. Amanat kutipan novel di atas adalah ...
a. Tataplah matahari pagi
b. Jadilah selayak matahari yang tetap bersianar walau muak
c. Patuhilah perintah orang tua
d. Pupuklah rasa optimisme

Kutipan novel ini untuk soal nomor  39-43
Di tengah jalan pulang , dia menemukan dompet hitam. Setelah melihat sekitar, dompet tersebut diambilnya dan dimasukkan ke dalam tas. Sambil melanjutkan perjalanan pulang ponimin disibukkan dengan pertarungan di dalam hati.
“ Ambil saja dompet itu, dari pada diambil orang lain.” Satu sisi berbisik.
“ Kembalikan saja. Periksa alamat di KTPnya”  Sisi lain tak mau kalah.
“ Ambil saja saja, Min. Itu namanya rezeki.” Satu sisi berbisik lagi.
Cukup lama pergulatan hatinya berlangsung. Sampai akhirnya ia memutuskan mengembalikan dompet hitam itu.

39. Watak Ponimin dalam kutipan novel di atas adalah ...
a. Dermawan c. Tak punya pendirian
b. Jujur d. Sombong

40. Tema  kutipan novel di atas adalah ...
a. Kejujuran c. kemanusiaan
b. Kasih sayang d. cinta

41. Latar tempat kutipan novel diatas adalah ...
a. Di pasar c. di jalan pulang
b. Di pangkalan ojeg d. di rumah
42. Sudut pandang dalam kutipan novel di atas adalah ...
a. Orang pertama c. orang kedua jamak
b. Orang kedua d. orang ketiga
43. Amanat yang tersirat dari kutipan novel di atas adalah ...
a. Kejujuran akan menenangkan hati
b. Ambillah barang yang ditemukan
c. Kembalikanlah barang yang ditemukan
d. Jangan lengah jika jalan saat pulang

44. “Tapi aku takut Jar!” ungkap Fajrin pada Fajar. Mereka kali ini berniat kabur dari pondok.  Berencana menengok Ibu Fajrin yang sakit di Bandung.
“Tenang saja Jrin. InsyaAllah aman. Qismu amn sedang tidur!”
(Kisah Tiga Matahari – Prian Alfan)
Konflik yang terdapat dalam kutipan novel di atas adalah...
a. Fajrin dan Fajar akan menengok Ibu Fajrin di Bandung
b. Ibu Fajrin Sakit di Bandung
c. Fajrin dan Fajar kabur dari pondok
d. Fajrin takut ia dan Fajar ketahuan kabur dari pondok

45. Aduhai, entah harus bagaimana kungkapkan rasa ini. Dadaku berdegup kencangmenatap fotonya. Ia yang jauh di sana, pulau seberang. Kangenkah ia sepertiku? Apakah degupnya sama seperti degupku ketika melihat fotonya?
Konflik yang terdapat dalam kutipan novel di atas adalah ...
a. Dada “AKU” yang berdegup kencang saat menatap fotonya
b. Kerinduan “AKU” yang tak kunjung terobati
c. Kegalauan “AKU” mengungkapkan rasa
d. Rasa “AKU” yang tak tersampaikan

46. Bacalah kutipan novel berikut!
Kenapa berat sekali memanggil om Indradengan sebutan “Papa”. Padahal O Indra, papa yang sangat baik. Hari ini Au melihat satu lagi bukti kasih sayang Om Indra. Pasti Om Indra ingin sekali dipanggi “Papa”, tetapi tak pernah memaksaku.
Ayu juga sangat sayang kepada Om Indra, tapi dia selalu teringat almarhum papanya tiap akan memanggil Om Indra dengan sebutan “Papa”.
Konflik pada cerita di atas adalah ...
a. Ayu selalu teringat papa kandungnya
b. Ayu tidak mau memanggil Om Indra dengan sebutan “Papa”
c. Ayu ingi memanggil Om Indra dengan sebutan “Papa”
d. Ayu sayang pada Om Indra, naun beratmemanggilnya “Papa”

Perhatikan kutipan drama di bawah ini!
Anton : Tapi masih ada satu bahaya.
Rina : ( ...) (1)
Toni : Nasib Puji, karikaturis kita itu?
Anton : Bisa jadi dia akan celaka.
Rina : Lalu?
Toni : ( ...) (2)
Rina : Caranya?

47. Kalimat yang tepat untuk melengkapi isian nomor 1 adalah ...
a. Bahaya dari mana?
b. Dari mana kita akan tahu?
c. Bahaya?
d. Bagaimana caranya?

48. Kalimat yang tepat untuk melengkapi isian nomor 2 adalah ...
a. Kita tanya sama Trisno
b. Mengapa mereka harus menemui Trisno sekarang?
c. Kita harus selesaikan masalah ini.
d. Kita akhiri masalah ini dengan damai.

Bacalah ilustrasi berikut!
Seorang pengacara muda yang cemerlang mengunjungi ayahnya, seorang pengacara senior yang sangat dihormati oleh para penegak hukum.
“Tapi aku datang kemari tidak sebagai putramu,”kata pengacara muda itu. “Aku datang kemari sebagai seorang pengacara muda yang ingin menegakkan ke adilan di negeri yang sedang kacau ini.”
Pengacara tua yang bercambang dan berjenggot memutih itu tidak terkejut. Ia menatap putranya dari kursi rodanya.lalu menjawab dengan suara yang tenang.
“Apa yang ingin kamu tentang, anak muda?”
“ Ayahanda bertanya kepadaku?”

49. Dari ilustrasi di atas, prolog yang sesuai untuk sebuah drama adalah ...
a. Seorang pengacara muda yang cemerlang mengunjungi ayahnya, seorang pengacara senior yang sangat dihormati oleh para penegak hukum.
b. Seorang pengacara muda yang cemerlang mengunjungi ayahnya, seorang pengacara senior yang sangat dihormati.
c. Seorang pengacara muda mengunjungi ayahnya, seorang pengacara senior yang sangat dihormati oleh para penegak hukum.
d. Pengacara muda yang cemerlang mengunjungi ayahnya, pengacara senior yang sangat dihormati oleh para penegak hukum.

50. Dialog yang sesuai untuk sebuah drama dari ilustrasi di atas adalah ...
a. Pengacara muda : “Tapi aku datang kemari tidak sebagai putramu.Aku datang kemari sebagai seorang pengacara muda yang ingin menegakkan ke adilan di negeri yang sedang kacau ini.”
b. Pengacara muda : “Tapi aku datang kemari tidak sebagai putramu,” “Aku datang kemari sebagai seorang pengacara muda yang ingin menegakkan ke adilan di negeri yang sedang kacau ini.”
c. Penagacara muda : “Tapi aku datang kemari tidak sebagai putramu.
Pengacara muda : “Aku datang kemari sebagai seorang pengacara muda yang ingin menegakkan ke adilan di negeri yang sedang kacau ini.”
d. Pengacara muda : “Tapi aku datang kemari tidak sebagai putramu.”“Aku datang kemari sebagai seorang pengacara muda yang ingin menegakkan ke adilan di negeri yang sedang kacau ini.”


Jika sahabat ingin contoh soal UAS pelajaran bahasa Indonesia kelas 8 lengkap (50 soal ) plus kisi-kisinya agar mudah diedit dan salin-tempel silakan:

Ketik nama (spasi) nama sekolah / instansi (spasi) email (spasi) Soal Kelas 8
Kirim via SMS / WA / LINE ke 087826263364

Lalu isi pulsa senilai Rp10.000 atau kelipatannya ke nomor tersebut di atas (sebagai ganti biaya penyusunan dan pengetikan)
Selain dapat soal sahabat juga akan mendapat buku elektronik (ebook):
- Rahasia Menulis di Media Masa
- Selaksa Asa
- Antologi Puisi Kepingan Kehidupan 

Demikianlah Contoh Soal UAS Semester 1 Bahasa Indonesia Kelas VIII / 8 SMP / MTs Terbaru
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

Cari Materi Pelajaran Lain

Terpopuler

Langganan Youtube

Powered by Blogger.
 
Support : Designer | Organized | Chanel
Copyright © 2013. Pelajaran Bahasa Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger