tas
Home » » Leutika, Bukan Penerbit Biasa

Leutika, Bukan Penerbit Biasa

Written By Prito Windiarto on 25 March 2011 | 10:15 AM


Leutika, Bukan Penerbit Biasa

Prito Windiarto

Leutika, awal membaca nama itu dahiku mengernyit, terdengar sedikit feminim. Kali pertama mengenalnya ketika Mba Binta Al Mamba mem-posting naskah lomba Crazmo -yang tidak lolos audisi leutika- di catatan facebooknya.
Jujur karena terobsesi dengan kata penerbit, publisher dan semacamnya aku add akun Fb Leutika, alhamdulillah dikonfirmasi. Satu hal menarik, motto penerbit ini unik, “Bukan Penerbit Buku Biasa”, benarkah? Tanyaku dalam hati. Guliran waktulah yang kemudian menjawab pertanyaanku itu, membuktikan bahwa motto itu memang benar adanya.
Leutika memang bukan penerbit pada umumnya yang sekedar menerbitkan karya kemudian mendistribusikan (menjual) nya. Leutika lebih dari itu, leutika adalah penerbit kreatif, berikut buktinya (setahuku) :
1. Event Kepenulisan
Kalau aku ditanya penerbit apa yang sering mengadakan event kepenulisan, maka aku akan menjawab lantang : Leutika. Memang begitulah adanya, mulai dari lomba naskah curhat jalan raya, kosmetik, “Opick Inspirasiku”, “Asma Nadia inspirasiku” Weekly notes dan sederet lainnya, -saking banyaknya-.

2. Program manjakan pembeli dan kontributor
Beberapa bulan silam, leutika mengeluarkan program MITEL (Mitra Edar Leutika) untuk para kontributor, cukup dengan uang Rp 250.000 bisa mendapat buku senilai Rp 500.000. Hem… aku pribadi tertarik dengan program itu, tiga kali sudah menjadi MITEL leutika, alhamdulillah mendapat “laba”, lumayan untuk menambah uang saku. Selain itu ada juga program gratis biaya ongkos kirim, sampai program El be, langganan buku, unik bukan, ya itulah uniknya leutika.

3. Leutika Prio (www.leutikaprio.com )
Nah, ini dia Self Publishing lini leutika yang cukup fenomenal, ya fenomenal, bukan lebay lo, memang seperti itu kenyataanya, silakan klik www.tentukan.com pada polling mengenai self publishing paling ‘yahud’, leutika prio menjadi pilihan utama dengan sekitar 60 persen lebih. Bagaimana tidak menjadi terfavorit, cukup dengahn Rp. 500.000 kita bisa menerbitkan karya, all in. Tak ayal hingga saat ini sudah puluhan karya dibukukan lewat leutika prio ini, semoga aku bisa menyusul, doakan saja ya!



4. Apresiasi untuk Leutikans berprestasi
Beberapa waktu lalu, Leutika kembali memberi gebrakan, Leutikans Of The Years” tagline acara itu. Ajang bagi leutikans –sebutan untuk ‘fans’ leutika- berprestasi. Ada kategori “Ini Karyaku” sampai kategori “Tak Lelah Mencoba”. Dan subhanallah, tak dinyana pemenang kategori “Tak lelah Mencoba” adalah Kiki Masduki, leutikans asli Ciamis, kota tempat kuliahku sekarang. Duh… bangganya. Beberapa hari kemudian aku dan beliau –yang tadinya tak saling kenal- bisa bertemu, kopdar istilahnya. Amazing, pilihan leutika memang TOP, beliau memang sosok enerjik. Thanks Leutika telah “memperkenalkan” seorang sahabat baru.

5. Leutika Society Reading (LSR)
Yang ini merupakan komunitas membaca dan menulis yang ‘dibentuk’ leutikans dan leutika. Sekarang sudah tersebar di berbagai kota. Komunitas ini digagas guna menumbuhkan budaya gemar membaca dan menulis di tengah masyarakat. Salut!
6. Familier dan Perhatian
Jujur, daku belum mengenal satupun siapa di balik layar Leutika, tapi aku yakin “pengelola” leutika ramah, familier, perhatian dan tentu inovatif. Mereka tak segan menyapa dan menjawab pertanyaan leutikans sekalian. Soal perhatian daku ingin berkisah sedikit : ‘Beberapa waktu lalu Pesananku untuk MITEL 3 tersendat, ekspedisi (Jasa pengiriman) paket buku hanya sampai perwakilan ekspedisi di kota Tasikmalaya, sementara aku di Ciamis, cukup jauh juga. Awalnya aku disarankan mengambil paket itu di Tasikmalaya. Aku meneguk ludah, komplain, sedikit kecewa. Tapi syukurlah beberapa saat kemudian datang sms melegakan ‘Barang akan dikirim ulang menggunakan ekspedisi baru, tunggu beberapa hari, paket akan sampai di rumah anda, mohon maaf atas ketidaknyamanan ini’. Benar saja beberapa hari kemudian paketku sampai jua. Alhamdulillah. ‘Leutika perhatian euy’, Leutika memang Bukan Penerbit Biasa, Read, write, Inspire!


Terakhir daku ingin mengucapkan Selamat milad ke-2, Leutika! Terima kasih atas segala kontribusi, semoga berkembang lebih baik lagi, lebih inovatif dan yang pasti lebih banyak menebar manfaat. Leutikans selalu mendoakaanmu. Aamiin!

Prito Windiarto, Mahasiswa Diksatrasia
Leutikans
Bergiat di Komunitas Pena Santri www.pena-santri.blogspot.com

Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

Cari Materi Pelajaran Lain

Terpopuler

Langganan Youtube

Powered by Blogger.
 
Support : Designer | Organized | Chanel
Copyright © 2013. Pelajaran Bahasa Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger