8.5.14

Catatan Kecil Penulis Pemula : Perjalan Panjang Selaksa Bintang

Catatan Kecil Penulis Pemula : Perjalan Panjang Selaksa Bintang

Pagi tadi, pemberitahuan lewat email dari sebuah penerbit masuk. Setelah 4 bulan lebih menunggu akhirnya ada juga keputusan. Tak lain, sama seperti sebelumnya naskah “Selaksa Bintang” ditolak.
Kecewa pasti ada, hanya karena sudah lumayan biasa –sudah mengalami berkali-kali- jadi saya cukup rileks menghadapinya. Sembari tersenyum, mengingat perjalanan panjang “Selaksa Bintang”

“Selaksa Bintang” ditulis mulai medio Desember 2011. Atas saran Pak Yus R. Sudia. Penulisan naskah yang awalnya berjudul “Empat Bintang” ini cukup tersendat. Beberapa hal terjadi, diantaranya KKN, juga sakit yang membuat diri harus terbaring beberapa hari.
Belum lagi masalah mood, dan tabiat buruk kemalsan yang mendera. Riset. Dll.
Secara resmi, draf novel ini selesai bulan Februari 2013, ketika masa-masa penulisan proposal penelitian, tepat 14 bulan setelah hurup pertama ditik. Amat lama. Kawan yang lain ada yang bisa menulis novel cukup dalam sebulan.
Ya. Neginilah perjalanan Empat Bintang.

Setelah proses penulisan selesai (termasuk self editing, dll), mulailah Selaksa Bintang Berkelana mencari jodoh. Saya sebutkan nama-nama penerbitnya ya, semoga tidak ada yang merasa tersinggung. Toh tidak ada pencemaran nama baik, hehe.
Pertama ke penerbit besar “Noura”, berbulan menunggu, ditolak. Kemudian beralih ke Medpress, juga dilotak. Lanjut ke Quanta, sama juga.
Mungkin salah sendiri juga sih nggak nyadar dan ngaca, naskah sederhana ditawarkan ke penerbit bonafit, saya ke-pede-an barangkali.
Tapi ada hikmahnya juga sih. Penerbit bonafit biasa menyertakan alasan penolakan, dan masukan-masukan. Mulai dari penokohan, alur, dll. Semakin sadar saya harus bener-bener ngaca, hehe.
Nggak enaknya musti nunggu lammaaa. Bahkan harus ditanyai, sebab terlambat memberitrahu dari tenggat waktu. Maklum juga sih, naskah di mereka numpuk.
Setelah ini lanjut ke penerbit berikutnya, CitraMedia Grup. Yang ini lumayan cepat, sebulan sudah ada keputusan. Penolakan juga, tapi tidak pakai alasan detail.
Lanjut ke Semesta Hikmah, ya sama juga.
Terakhir, ya ke Moka. Seperti yang sudah diprediksi, ditolak juga. Yang ini ada alasan penolakan, juga masukan.

Kini Mei 2014, Selaksa Bintang sudah direvisi dua kali. Lumayan signifikan revisinya. Tapi entah akan disukai atau tidak.
Yang pasti saya akan terus mencoba mencarikannya jodoh. Entah ke mana. Dan siapa. He.
Ko ngotot sih?
Iya nih, saya ngotot menawarkan naskah novel sederhana ini karena bagi saya ia begitu spesial (ya iya lah, semua penulis pasti juga begitu). Hehe, Juga nggak buruk-buruk amat.
novel ini tribute to my junior high school.
Ah, lagian kan belum 17 kali ditolaknya, Harpot saja ditolak segitu kali…

Akhirnya, sekarang sedang hunting penerbit (lagi).
Eum, dengar-dengar ada Penerbit Titik Media, Rumah Pena juga.
Apa ke Grasindo dan Tiga Serangkai aja ya…
Ada yang punya rekomendasi?

Yah… inilah mungkin yang disebut “kenikmatan” penulis pemula. Bingung nyari penerbit, nunggu lama, kecewa ditolak, dll.

Ah, Perjalanan Panjang Selaksa Bintang

Someday, saya ingin melihat kalian lahir empat bintangku, semoga ya…. 

Tidak ada komentar:

Info CPNS PPPK 2019 & Pelajaran Bahasa Indonesia

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...