tas

Contoh Puisi Hari Kebangkitan Nasional

Written By Prito Windiarto on 03 May 2015 | 2:24 PM







Contoh Puisi Hari Kebangkitan Nasional

Setiap tanggal 20 Mei diperingati sebagai hari kebangkitan nasional. Hal itu merujuk pada lahirnya sebuah organisasi kebangsaan, “Boedi Oetomo”, tepatnya 20 Mei 1908, yang didirikan oleh dr. Soetomo. Konon, kelahiran Budi Utomo inilah yang menginspirasi berdirinya berbagai organisasi perjuangan lain. Pada gilirannya membangkitkan semangat merdeka bangsa Indonesia.
Berikut saya akan coba hadirkan puisi, lebih tepatnya mungkin sajak, mengenai hari kebangkitan nasional.

Bangkit
Prito Windiarto

Bangkit,
Saatnya kita semua bangkit

Bangkit dari tidur panjang
Nan melenakan

Bangkit dari nina bobo
Penjajahan gaya baru

Penjajahan semua
Namun mematikan

Kita tak lagi dijajah langsung bung,
Namun kita tetap dipasung

Bangkit
Mari bangkit
Agar tak semakin terjepit, terhimpit, apalagi koit

Bangkit bung
Para pemuda negeri
Jangan hanya memikirkan
Soal cinta
Yang bikin terlena

Bangkit sis
Ini bukan sekadar soal belanja
Ini soal kita harus
Jadi tuan rumah di negeri sendiri

Bangkit Pres
Ini tak lagi tentang intervensi
Ini soal kedaulatan negeri

Bangkit, bangun
Dari tidur panjang

Matahati kian meningi
Mari kejar cita mewangi





Lari
Saatnya kita berlari
Bukan dari kejaran masalah atau kenyataan yang menghampiri

Kita berlari
Mengejar ketertinggalan

Kemiskinan, kebodohan, ketidakberdayaan

Lari
Terus berlari

Karena negeri ini
Kan kian tertinggal jika kita terus diam

Lari
Mari berlari

Ajak yang lain,
Jangan sendiri

Agar kian kencang
Semakin berenergi

Lari
Susul

Masa depan cerah di hadapan



Membangun Negeri
Prito Windiarto

Apakah membangun negeri
Hanya kewajiban para petinggi
Keharusan para menteri

Apakah membangun negeri
Hanya bisa dilakukan
Orang yang bukan uang milyaran

Apakah hanya orang
Yang punya jabatan?

Tidak, tentu tidak,
Ini adalah kewajiban semua
Orang yang dilahirkan di bumi pertiwi

Jengkal tanahnya adalah kewajikan kita tuk lestarikan
Olah dan hasilkan

Tidak mesti dengan kekayaan
Pikiran dan tenaga amat berharga

Negeri ini
Tak butuh orang yang mau memberi
Jika jabatan dijanjikan

Negeri ini tak butuh
Uluran tangan sekejap
Demi raihan kekuasaan

Negeri ini membutuhkan
Orang yang rela mengabdi
Penuh cinta
Tak ada niat mengkhianati

Siapapun itu, dengan apapun itu,
Demi kemajuan negeri


Hari Kebangkitan Ini
Prito Windiarto

Hari kebangkitan ini
Bukan sekadar untuk seremoni

Diperingati tapi tak lagi beri arti
Dimeriahkan tapi tak ada makna tergapaikan

Hari Kebangkitan ini
Tak lain adalah pengingat

Apa yang telah dipersembahkan untuk bangsa ini
Kebangkitan apa yang kita gaungkan

Ini adalah soal
Kebangkitan sejati
Bukan hanya tradisi


Persembahan terbesar untuk hari ini:
Bukan seremoni, puisi,
Tapi aksi nyata bagi negeri

Selamat hari bangkit!


Demikianlah sekilas contoh puisi hari kebangkitan nasional. Sebagai pengingat agar diri tak terlena. Maish banyak PR yang harus kita tunaikan. Sekali lagi selamat hari bangkit!
Contoh Puisi Hari Kebangkitan Nasional





Share this article :

Cari Materi Pelajaran Lain

Mari Bergabung

Terpopuler

Langganan Youtube

Powered by Blogger.
 
Support : Designer | Organized | Chanel
Copyright © 2013. Pelajaran Bahasa Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger