tas

Contoh Puisi Hari Kebangkitan Nasional

Written By Prito Windiarto on 19 August 2015 | 5:13 PM



Contoh Puisi Hari Kebangkitan Nasional

Tanggal 2 oktober biasa diperingati sebagai hari kebangkitan nasional. Hal ini merujuk pada hari lahirnya organisasi boedioetomo (budi utomo). Pada kesempatan ini saya coba hadirkan contoh puisi hari kebangkitan nasional. Pada dasarnya sih lebih pada kebangkitan sebagai muslim.

Bangkit
Prito Windiarto

Bangkit itu
Tak ada kata menyerah

Bangun lagi setelah terjatuh

Bangkit itu
Melawan malas yang mendera
Menghancurkan keengganan

Bangkit itu
Kokoh
Kuat
Tegar


Bangkit itu
Berani melawan ketidakadilan
Mengoyak kepongahan

Bangkit itu
Siap tempur
Di garda terdepan
Perjuangan melawan kezaliman

Bangkit itu
Menjadi diri lebih baik lagi
Menghapus segala hitam
Mengawali sesuatu dengan kebaruan
Semangat tinggi

Gapai impian

Bangkit itu
Adalah kita
Yang bersama
Bahu-membahu

Bekerja sama
Bukan menjatuhkan
Menghancurkan
Apalagi melenyapkan










Inilah Saatnya
Prito Windiarto
Inilah saatnya
Saling menyatukan tangan
Mengiramakan langkah

Inilah saatnya
Ketaktoleranan dienyahkan
Kebersamaan digalakan

Inilah saatnya
Kerukunan dijaga
Keharmonisan dipelihara

Inilah saatnya
Saling menghormati
Saling menghargai

Karena perbedaan adalah keniscayaan
Bukan tuk didebatkan
Bukan juga tuk disama-samakan

Tapi untuk dimaklumi

Yang terpenting
Tidak saling mengusik
Tidak menyakiti
Tidak merusak

Inilah saatnya
Membangun negeri
Dengan pekerti luhur

Membangun bangsa, bersama

Membangun kejayaan

Menggenggam kemenangan
Kemerdekaan yang hakiki


Bukan Zamannya Lagi

Prito Windiarto

Bukan zamannya lagi
Hanya berpangku tangan

Bukan zamannya lagi
Berbelas kasihan

Inilah masa di mana:
Kerja keras
Kerja cerdas
Digelorakan


Bukan zamannya lagi
Saling sikut
Dengan jalan kotor
Demi raih kekuasaan
Menumpuk harta
Tuk langgengkan kepongahan

Inilah masa di mana:
Kejujuran
Integrita
: dijungjungkan

Bukan zamannya lagi,
Menipu rakyat
Membodohi para jelata

Inilah masa di mana:
Kesejahteraan
Kemakmuran
: diusahakan bersama

Bukan zamannya lagi
Saling salah menyalahkan

Inilah masa di mana

Kita harus bangkit!
Bangkit!
Dan Bangkit!

Demikianlah contoh puisi hari kebangkitan nasional, semoga kita dapat menjadi bagian dari kebangkitan negeri ini, dan terutama agama kita ini. Para phlawan telah memberikan teladan, saatnya kita yang menerusakan. Contoh puisi hari kebangkitan nasional



Share this article :

Cari Materi Pelajaran Lain

Mari Bergabung

Terpopuler

Langganan Youtube

Powered by Blogger.
 
Support : Designer | Organized | Chanel
Copyright © 2013. Pelajaran Bahasa Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger