tas
Home » , » Keunikan Gontor (PMDG) yang Tidak Ada (Jarang) di Sekolah (Pesantren) Lain

Keunikan Gontor (PMDG) yang Tidak Ada (Jarang) di Sekolah (Pesantren) Lain

Written By Prito Windiarto on 13 January 2016 | 2:07 PM

Keunikan Gontor (PMDG) yang Tidak Ada (Jarang)  di Sekolah (Pesantren) Lain


Pondok Modern Darussalam Gontor (lebih dikenal dengan nama Gontor) merupakan salah satu pesantren terbesar di Indonesia. Gontor kini sudah memiliki belasan cabang. Selain itu juga mempunya ratusan pondok alumni.

Gontor yang berpusat di Ponorogo Jawa Timur telah menghasilkan out put alumni yang banyak. Kualitasnya juga bisa dibilang mumpuni. Beberapa diantaranya adalah Hidayat Nur wahid, Din Syamsudin, Hasyim Muzadi, dll.

Pondok ini tetap eksis, menjadi yang terdepan karena memiliki banyak kelebihan. Kelebihan-kelebihan itu bahkan ada beberapa diantaranya yang terbilang unik. Sangat sulit kita menemukannya di sekolah umum.

Keunikan Gontor (gontorian) yang tidak (jarang) ada di sekolah / pesantren lain.

1. Libur hari Jumat
Tidak seperti pada sekolah umumnya yang libur hari Ahad (Minggu) pondok ini hari liburnya Jumat.

2. Tidak libur walau tanggal merah jika itu bukan hari raya Islam
Biasanya kalau di sekolah umum, jika tanggal merah, misal peringatan paskah, maka siswa diliburkan, walaupun ia muslim (dan jelas-jelas tidak merayakan paskah). Namun di Gontor, jika bukan hari besar Islam, tidak libur.

3. Kursi dan meja guru lebih tinggi daripada murid
Ini merupakan bagian dari ihtirom (pemuliaan) kepada guru. Guru adalah pelita. Maka kedudukannya memang harus dimuliakan.


4. Pemakai sarung wajib memakai sabuk
Kalau yang ini lebih ke teknis. Dulu, konon, ada santri yang kedodoran sarungnya. Agar kuat maka diwajibkanlah memakai sabuk.


5. Khusus hari biasa  (atau juga Jumat), di masjid gontor, bagi santri baju koko-nya dimasukan
 Ini juga bagian dari penghormatan pada guru. Yang boleh dikeluarkan bajunya hanya guru (ustadz)


6. KBM (awal tahun) dimulai dari bulan syawal
Awal tahunnya bukan Juli, tapi syawal.


7. Kelas dimulai dari kelas B, bukan A
Konon ini dilakukan karena A adalah lambang kesempurnaan, padahal tidak ada yang sempurna. Maka dimulainya dari kelas B


8. Urutan nama siswa tidak alfabetis namun berdasar peringkat
Bisa jadi ini adalah bagian dari membuat persaingan yang sehat.


9. Memiliki Kurikulum Tersendiri
Ini pondasi awalnya, Gontor sejak awal konsisten dengan Kurikulum KMI (Kulliyatul Mualimin al Islamiyah). jadi pemerintah mau memberlakukan KTSP atau K 13  Gontor tak ambil pusing

10. Tak ada ijazah sekolah umum, tak ada UN
Karena tidak ikut kurikulum pemerintah yang otomatis tak ada UN tak ada ijazah umum

11. Tidak boleh pakai levis / jeans
Levis dan jeans adalah lambang kemewahan, padahal prinsip Gontor adalah kesederhanaan.Selain itu baju yang digunakan juga dilarang yang branded.

 12..... dll.Sialakan yang mau menambahkan

Meski begitu keunikan itu bisa jadi berkurang atau bertambah. Terlebih di pondok alumni, menyesuaikan sikon barangkali.

 Demikian Keunikan Gontor (PMDG) yang Tidak Ada (Jarang)  di Sekolah (Pesantren) Lain
Share this article :

Cari Materi Pelajaran Lain

Terpopuler

Langganan Youtube

Powered by Blogger.
 
Support : Designer | Organized | Chanel
Copyright © 2013. Pelajaran Bahasa Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger