tas
Home » » catatan ringan from my facebook

catatan ringan from my facebook

Written By Prito Windiarto on 12 January 2010 | 9:20 PM

Gara-gara sandal jepit

26 Juli 2009 jam 21:46
Diunggah melalui Facebook Seluler
Jujur aku berani menulis memoarku di fb terinspirasi oleh mas guntur alam. Syukran ya mas. Kawan awal juli lalu aku berniat mengunjungi ponpes syifaurahman tasik. Berhubung aku blm tau tempatnya maka aku berniat mampir dulu di rumah sohibku , Denni Kurdiani Mgs nama lengkapnya. May be ada yg nanya 'Mgs tuh singkatan apa cih, magister bukan?' kata do'i pemilik nama sih, Mgs tuh singkatan dari 'miftah gunawan syah' tapi teman2 bilang Mgs tuh singkatan dr 'memang gokil sekali' malah ada yg bilang 'miring gelo sinting' wah kalau yang itu sih kelewatan coy. Piss man!. Lanjut cerita. 2 jam naek bis dari banjar akhirnya nyampe di rancabango tasik. Deni menjemputku d sana. "E...eh den ke asia plaza dulu yu, mo liat buku baru nih, liat aza sih ga beli!" ajaku pd deni " oke ayo" kami meluncur bak pesawat jet#lebay# menuju asia. Setelah nyampe kami masuk, tapi ada yg aneh ketika kami naik escalator, 2 satpam tampak memperhatikan kami, berbisik satu sama lain, tatapan mereka mengarah ke kakiku. "ya ampyyun!! ternyata mereka memperhatikan sandal jepitku yg kumal ini. nampaknya akulah satu2nya pengunjung yg berjepit ria, deni aza pake sepatu hitam milik adiknya Aku buru2 naik takut diomelin. "eh tadi mereka bisik2 apaan sich?" tanyaku pada deni."tau? Mereka aneh aja kali liat ente ke mall pake sendal jepit. "hah EGP, pede aja lagi, cabut coy!" ajaku. To be continue!


Gara-gara sandal jepit

03 Agustus 2009 jam 22:15
Diunggah melalui Facebook Seluler
Maaf kawan baru sekarang aku bisa meneruskan lanjutan cerita GGSJ, maklum akhir2 ini aku lumayan sibuk, sibuk ngelamun lah, sibuk jalan2 lah. Hehe ketauan boongnya. Udah g sbr ya? Oke nih lanjutan ceritaku. Setelah kejadian mem-bangga-kan di asia plasa, aku n deni pulang ke rumah. Hari berikutnya bersilaturahim ke ponpes syifaurahman. Setelah puas berkunjung kami berniat pulang. Tapi kemudian aku mengajak deni "eh den ke Unsil yu, ke sekretariat pendftaran mau nanya2 nih!" "e...h ok ayo!".jawab deni semangat. Kawan, ternyata kampus Unsil tak terlalu jauh dr pondok. 15 menit kemudian Kami tiba di depan kampus. "waduh..... banyak mahasiswa coy, masuk g ya?" tanyaku lirih. "ayolah gak usah malu2!" ajak sohibku deni. Kami melangkah menuju gerbang, 3 orang satpam berjaga. Mereka memperhatikan kami keheranan, aku berinisiatif bertanya "pagi pak, mau nanya, e...eh kalau sekretariat pendaftaran d mn ya?" "disana dek di gedung rektorat tunjuk slh seorang satpam "ade mau daftar?" tanyanya. "engga pak mau nanya2 aja dulu" jawabku. "yang mau tanya2 siapa?" tanyanya lagi. "kami berdua" jawab deni "ukh bawel juga nih satpam" batinku. "maaf de yg pake sendal jepit kalau kesini pake sepatu ya!" semprotnya padaku. Matanya menatap tajam sendal japitku. Aku gagap "baik pak insya Allah". "jangan insyaallah- insyaallah, harusss!" bentaknya lagi. "baik pa" jawabku sambil kabur tunggang langgang menuju gedung rektorat. Apes bener, 2 kali diomelin satpam cuma gara-gara pake sandal jepit. Cep cep cep To be continue

kentut? what's up!!!!!!

06 September 2009 jam 22:38
Diunggah melalui Facebook Seluler
Berhubung banyak dukungan dari fans (ha ha boong) aku putuskan untuk kembali menulis catatan pribadi. nah kali ini tentang kejadian lucu sekaligus memalukan ketika aku masih duduk di bangku SMP.
seperti biasa setelah bel pulang sekolah berbunyi para siswa berhamburan tergesa gesa menuju jalanan, maklum sekolah favorit (yeee promosi) harus berebut mendapat kendaraan umum. Dan aku termasuk dari bagian para siswa yang tercepuk-cepuk itu. angkot tiba para siswa berhamburan masuk berdesakan, untunglah aku bisa masuk bahkan bisa duduk di bagian favoritku pojok belakang. AC alami angin gelebuk begitu menyegarkan, mengeringkan keringatku. angkot beranjak.
sampai bagian itu semua baik baik saja, namun ketika angkot berhenti-karena ada yang turun tiba-tiba.....DUUUTT. terdengar sebuah suara yang menyebalkan itu. dan yang lebih menghenyakanku semua mata menatap kearahku, ternyata suara itu berasal dariku, mukaku memerah bak kepiting rebus apalagi ternyata disampingku duduk manis seorang wanita cantik, tengsin abis . wadaw!! mereka menyangka aku kentut, padahal suer Wallahi aku gak kentut.
taukah kawan suara itu ternyata timbul dari gesekan tanganku yang basah dengan jok mobil, coba saja kalau tak percaya! Begitulah kawan aku mati kutu, seperti tersetrum aliran listrik. tak mungkin aku menjelaskan asal muasal suara itu, nanti dibilang khotbah, ceramah atau membela diri. mau kabur jurus mustika ala mas guntur alam ga mungkin, masa loncat dari jendela, bisa patah tulangku, tul ga? akhirnya tekanan batin itu mereda ketika aku turun, alhamdulillah. suer aku malu banget waktu itu. tapi sekarang sih cuma bisa ketawa ketiwi kalau mengingat kejadian itu. "sebuh kisah klasik untuk masa depan" istilahnya. kenangan-kenangan itu membentuk potongan mozaik-mozaik indah tak terperikan jika kita bisa memaknai bahwa setiap kejadian mengandung hikmah. berpikir positif membuat hidup kita slalu ceria.
Share this article :

Cari Materi Pelajaran Lain

Mari Bergabung

Terpopuler

Langganan Youtube

Powered by Blogger.
 
Support : Designer | Organized | Chanel
Copyright © 2013. Pelajaran Bahasa Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger