tas
Home » , , , » RPP Berkaraker Kelas XII (Bagian ke-5)

RPP Berkaraker Kelas XII (Bagian ke-5)

Written By Prito Windiarto on 02 March 2013 | 10:31 AM






RPP Berkaraker Kelas XII (Bagian ke-5) 
Berikut ini adalah RPP Berkarakter Kelas XII Bagian 5, materi SK ke-11 sampai 12. RPP ini disusun oleh Tim Mahasiswa PPL Universitas Galuh Ciamis Kelas XII SMAN I Baregbeg tahun akademik 2012-2013
Kami memperbolehkan Copy-paste dengan syarat mencantumkan sumber : www.pritowindiarto.blogspot.com
Jika ada komplain silakan email ke pritowindiarto2@gmail.com
Nantikan bagian berikutnya

Tim PPL SMA I Baregbeg
Prito Windiarto, Ima Nur ma'sumah, Ida Rosdiana, Kurniawan, Meida Wibawa Raya, Tatang Tahyudin, Lena Sri Wahyuni, Iman Budiyansyah, Intan Nur Pratiwi, Muhhammad Rizky H, Ramdani Kendarsyah.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
A.    IDENTITAS
Nama Sekolah           : SMAN 1 Baregbeg
Mata Pelajaran          : Bahasa Indonesia
Kelas/Semester         : XII / II
Aspek                       : Membaca
Alokasi waktu         : 2 x 45 Menit

B.     STANDAR KOMPETENSI
11. Memahami ragam wacana tulis  melalui kegiatan membaca cepat dan membaca  intensif

C.      KOMPETENSI DASAR
11.1 Menemukan ide pokok suatu teks dengan  membaca cepat 300-350 kata per menit

D.    INDIKATOR
Menemukan ide pokok suatu teks dengan  membaca cepat 300-350 kata per menit

E.     TUJUAN PEMBELAJARAN
Siswa dapat menemukan ide pokok suatu teks dengan  membaca cepat 300-350 kata per menit

F.      NILAI KARAKTER
o   Mandiri
o   Kreatif
o   Bersahabat/ komunikatif

o  Kepemimpinan
o   Percaya diri
G.    MATERI POKOK PEMBELAJARAN
·         Membaca cepat
Membaca cepat adalah kegiatan membaca secara sekilas, kegiatan ini sering dilakukan saat membaca surat kabar. Teknik membaca cepat dikenal dengan teknik scanning. Orang dikatakan mempunyai kemampuan membaca yang baik apabila membaca artikel atau buku dalam kecepatan 150 kpm. Untuk membaca cepat kita harus membuka mata selebar-lebarnya dan mengarahkan konsentrasi sebaik-baiknya. Mulut tidak perlu bersuara atau melafalkan kata-kata yang sedang di baca, selain itu kita juga tidak perlu membaca kata demi kata secara mendetail. Kita cukup membaca kata kuncinya saja dan melewatkan kata-kata yang tidak penting. Tujuan membaca cepat untuk memahami maksud kalimat secara umum.
·         Cara meningkatkan kecepatan membaca sebagai berikut:
  1. Biasakanlah membaca dalam kelompok-kelompok kata.
  2. Jangan mengulang-ulang kalimat yang sudah dibaca.
  3. Jangan selalu berhenti lama di setiap awal atau baris kalimat.
  4. Cari kata-kata kunci yang menandai adanya gagasan utama sebuah kalimat.
  5. Abaikan saja kata-kata tugas yang sifatnya berulang-ulang.
Membaca cepat memang bukan semata-mata membaca dengan cepat saja, akan tetapi sesungguhnya juga merupakan suatu teknik untuk memusatkan perhatian terhadap apa yang anda butuhkan.
·         Rumus
Rumus mengukur kecepatan membaca
Jumlah kata yang dibaca
_________________________________    X 60 = jumlah kpm (kata per menit)
Jumlah waktu (detik) membaca
Contoh, Jika seseorang membaca teks artikel dalam waktu 2 menit, jumlah kata dalam artikel 485, berarti kecepatan membaca orang tersebut 229 kpm, dengan perincian sebagai berikut.
485
120      X 60 = 229 kpm.

H.    STRATEGI PEMBELAJARAN
·         Model Pembelajaran   : Cooperative learning
·         Pendekatan                 : 4 Pilar Pembelajaran
·         Metode Pembelajaran : Think pair share

I.       LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
1)      Kegiatan Awal
·         Siswa menjawab salam
·         Siswa berdoa
·         Siswa merespon tentang kehadiran
·         Guru menjelaskan tentang tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan
·         Guru menanyakan   kemajuan kemampuan membaca cepat para siswa, apakah semakin baik atau tetap.  Guru menyatakan bahwa semakin tinggi jenjang pendidikan seseorang seharusnya semakin tinggi pula  kemampuan membaca cepatnya.
·         Dengan mengajukan sejumlah pertanyaan, Guru mengajak siswa mengingat kembali hal-hal penting yang harus diperhatikan dalam membaca cepat.
2)      Kegiatan inti
a)      Eksplorasi
·         Guru mempersiapkan  diri siswa untuk membaca cepat dan menyampaikan  tugas terkait yang harus dikerjakan.
b)      Elaborasi
·         Guru meminta siswa berpasangan untuk mendiskusikan tentang soal yang sedang di bahas
·         Siswa berlatih membaca cepat teks bacaan yang  tersaji di buku teks.
·         Siswa mengukur kemampuan membaca cepatnya berpasangan dan Guru menanyakan hasilnya kepada setiap pasangan siswa.
·         Siswa melakukan beberapa latihan untuk meningkatkan kemampuan membaca cepat
c)      Konfirmasi
·         Menyimpulkan tentang hal-hal yang belum diketahui
·         Menjelaskan tentang hal-hal yang belum diketahui
3)      Kegiatan penutup
·         Guru dan siswa melakukan refleksi
·         Guru menyuruh siswa untuk mempelajari kembali pelajaran yang telah di ajarkan

J.       ALAT DAN SUMBER BELAJAR
1.      Sumber buku : kompetensi bahasa dan sastra indonesia XII SMA
2.      Media : wacana membaca cepat

K.    PENILAIAN
1.      Teknik : tulisan
2.      Bentuk : Observasi-Performansi
3.      Kisi-kisi
Indikator Pencapaian Kompetensi
Penilaian
Teknik
Bentuk
·         Menemukan ide pokok suatu teks dengan  membaca cepat 300-350 kata per menit
Tulisan
Observasi-Performansi

4.      instrumen : terlampir
Mahasiswa Depok
Rawan Penyalahgunaan Narkotika
Penyalahgunaan narkotika di kalangan mahasiswa berbagai perguruan tinggi yang berlokasi di Kotamadya Depok, menunjukkan gejala peningkatan. Situasi itu diperkeruh oleh tindakan oknum aparat untuk meraih keuntungan materi tanpa mempedulikan bahaya penyalahgunaan narkotika bagi generasi muda.
Kepala Kepolisian Resor (Polres) Depok Ajun Komisaris Besar M. Amhar Zeth mengungkapkan hal itu beberapa waktu lalu. Dari tiga kasus penyalahgunaan narkotika di wilayah hukum kerjanya, satu diantaranya terkait dengan mahasiswa. Kasus-kasus yang terkait dengam mahasiswa dan sudah ditangani petugas itu masih sebatas pemakai “Belum ada kasus yang melibatkan mahasiswa sebagai pengedar,”katanya.
Pada kasus anggota masyarakat lainnya, selain sebagai  pemakai kasus-kasus yang telah ditangani menunjukkan kawasan depok telah menjadi sasaran berbagai jenis narkotika, seperti ganja, shabu, ekstasi, dan putaw.
Menurut Amhar, pihaknya prihatin atas peningkatan penyalahgunaan narkotika di kalangan mahasiswa. Untuk itu, Polres Depok menjadikan penyalahgunaan narkotika di kalangan mahasiswa sebagai perhatian utama. Akan tetapi, tidak berarti di kalangan masyarakat lainnya dikendurkan.
Selain tindakan represif, Polres Depok secara berkala mengunjungi kampus-kampus untuk mengadakan penyuluhan tentang bahaya penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan psikotropika. Dua kegiatan itu dibungkus dalam nama “Operasi Idaman”, mengambil moto Depok Idaman (indah, damai, dan aman).
Di kawasan Depok terdapat empat perguruan tinggi besar, yaitu Universitas Indonesia (UI) dengan jumlah mahasiswa 45.000 orang, Universitas Gunadharma (30.000), Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran (35.000), dan Universitas Jayabaya (1.000). sebagian di antara mahasiswa itu kos di Depok, sebagian lainnya pergi-pulang.
Mahasiswa yang kos datang dari hamper seluruh pelosok negeri ini. “Ini pula yang membuat kami sangat memperhatikan penyalhguaan narkotika di kalangan mahasiswa. Soalnya, orang tua telah berupaya keras menyekolahkan mereka dan berharap anak-anaknya lebih baik dibandingkan mereka. Betapa kecewanya para orang tua bila anak-anaknya tidak berhasil karena telah menjadi korban narkotika,” kata Amhar.
Amhar mengatakan “Operasi Idaman” dibiayai oleh Polres Depok sendiri. Selain soal dana, Polres Depok juga terbentur masalah jumlah anggota polisi yang saat ini berjumlah 800 orang, termasuk Kepala Polres. Mereka bertugas di wilayah seluas 5.000 kilometer persegi dengan jumlah penduduk 1,1 juta jiwa. Sarana pembantu yang dimiliki terdiri dari delapan mobil patroli dan sepuluh sepeda motor. Semua kendaraan itu sudah tua, tetapi tetap masih bias dipakai.
Saat ini dua jaksa dari Kejaksaaan Negeri Depok, Agus Sudrajat dan iwan mendekam di tahanan Polres Depok. Keduanya disangka memalsukan dokumen Kejaksaan Negeri Depok untuk tujuan membebaskan empat tersangka pengedar narkotika. Para pengedar itu, Prabowo Budi Hartanto, Fery Junaidi, Windu Sukmono, dan Aris Setiadi yang ditangkap polisi awal Oktober.

5.      Bentuk soal
Catat lama waktu tempuh baca teman Anda pada tabel berikut. Gunakan rumus  mengukur kecepatan membaca di atas untuk mengetahui kecepatan membaca teman Anda!
6.      Jawaban
Tabel Kecepatan Membaca
No
Nama Siswa
Jumlak kata
Waktu tempuh  (detik)
Kpm/menit
1
2

Rumus mengukur kecepatan membaca
Jumlah kata yang dibaca
_________________________________    X 60 = jumlah kpm (kata per menit)
Jumlah waktu (detik) membaca

7.      Penskoran
No
Nama Siswa
Jumlak kata
Waktu tempuh  (detik)
Kpm/menit
1
2

Mengetahui,
Kepala SMAN 1 Baregbeg


Sudarman, S.Pd., M.Pd
195907101986031013
Ciamis,   Oktober 2012
Guru Mata Pelajaran


Shinta Rini, S.Pd
197912092003122004





RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
A.    IDENTITAS
Nama Sekolah          : SMAN 1 Baregbeg
Mata Pelajaran         : Bahasa Indonesia
Kelas/Semester        : XII / II
Aspek                      : Membaca
Alokasi waktu        : 2x45 Menit

B.     STANDAR KOMPETENSI
11. Memahami ragam wacana tulis  melalui kegiatan membaca cepat dan membaca  intensif

C.     KOMPETENSI DASAR
11.2 Menentukan kalimat kesimpulan (ide pokok)  dari berbagai pola paragraf induksi, deduksi dengan membaca intensif  

D.    INDIKATOR PEMBELAJARAN
·         Menemukan paragraf yang berpola induktif
·         Mengidentifikasi ciri-ciri teks yang berpola induktif
·         Menemukan paragraf yang berpola deduktif
·         Mengidentifikasi ciri-ciri paragraf yang berpola deduktif
·         Mendaftar butir-butir yang merupakan gagasan pendukung

E.     TUJUAN PEMBELAJARAN
·         Siswa mampu menemukan paragraf yang berpola induktif
·         Siswa mampu mengidentifikasi ciri-ciri teks yang berpola induktif
·         Siswa mampu menemukan paragraf yang berpola deduktif
·         Siswa mampu mengidentifikasi ciri-ciri paragraf yang berpola deduktif
·         Siswa mampu mendaftar butir-butir yang merupakan gagasan pendukung

F.      NILAI KARAKTER
o   Mandiri
o   Kreatif
o   Bersahabat/komunikatif

o  Kepemimpinan
o   Percaya diri
G.    MATERI POKOK PEMBELAJARAN
·         Paragraf deduktif dan induktif
Paragraf deduktif dan induktif merupakan pola paragraf yang bisa dijadikan sebagai dasar dalam pengembangan gagasan utama. Dengan kata lain, sebuah gagasan utama bisa dikembangkan menjadi sebuah paragraf dengan pola deduktif atau induktif.
·         Ciri-ciri Paragraf Deduktif dan Induktif
a.       Ciri paragraf deduktif
Paragraf deduktif merupakan paragraf yang kalimat utamanya terletak pada awal paragraf. Selanjutnya, kalimat utama tersebut dijabarkan menjadi beberapa kalimat penjelas. Hubungan antara kalimat utama dengan kalimat penjelas harus koheren dan terpadu. Isi kalimat penjelas tidak boleh menyimpang dari isi kalimat utama.
b.      Ciri paragraf induktif
Paragraf induktif merupakan paragraf yang kalimat utamanya berada pada bagian akhir. Kalimat utama pada paragraf induktif biasanya menggunakan konjungsi (kata penghubung) penyimpul antarkalimat, seperti jadi, maka dengan demikian, akhirnya, dan karena itu. Akan tetapi, kebiasaan ini bukan sesuatu yang mutlak sebab banyak juga kalimat utama yang tidak perlu didahului konjungsi tersebut.

H.    METODE PEMBELAJARAN
·         Model Pembelajaran   : Cooperative learning
·         Pendekatan                 : 4 Pilar Pembelajaran
·         Model Pembelajaran   : Think pair share

I.       LANGKAH-LANGKAH  PEMBELAJARAN
1)      Pembukaan
·         Siswa menjawab salam
·         Siswa berdoa
·         Siswa merespon tentang kehadiran
·         Guru menjelaskan tentang tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan
·         Guru menanyakan   kemajuan kemampuan membaca cepat para siswa, apakah semakin baik atau tetap.  Guru menyatakan bahwa semakin tinggi jenjang pendidikan seseorang seharusnya semakin tinggi pula  kemampuan membaca cepatnya.
·         Siswa ditanya pemahamannya tentang paragraf induktif
·         Siswa ditanya pemahamannya tentang paragraf deduktif
2)      Kegiatan inti
a)      Eksplorasi
·         Siswa menerima dan membaca intensif beberapa paragraf
b)      Elaborasi
·         Guru meminta siswa berpasangan untuk mendiskusikan tentang soal yang sedang di bahas
·         Siswa berdiskusi untuk menemukan paragraf yang berpola induktif dan deduktif
·         Siswa berdiskusi untuk mengidentifikasi ciri-ciri teks paragraf yang berpola induktif dan deduktif
·         Setiap wakil kelompok mempresentasikan hasil diskusinya
c)      Konfirmasi
·         Menyimpulkan tentang hal-hal yang belum diketahui
·         Menjelaskan tentang hal-hal yang belum diketahui
3)      Kegiatan penutup
·         Guru dan siswa melakukan refleksi
·         Guru menyuruh siswa untuk mempelajari kembali pelajaran yang telah di ajarkan

J.       ALAT DAN SUMBER BELAJAR
1.      Sumber buku : kompetensi bahasa dan sastra indonesia XII SMA
2.      Media : wacana berpola induktif dan deduktif


K.    PENILAIAN
1.      Teknik : Tulis
2.      Bentuk : Tagihan
3.      Kisi-Kisi
Indikator Pencapaian Kompetensi
Penilaian
Teknik
Bentuk
·         Menemukan paragraf yang berpola induktif
Tulis
Tagihan
·         Mengidentifikasi ciri-ciri teks yang berpola induktif
Tulis
Tagihan
·         Menemukan paragraf yang berpola deduktif
Tulis
Tagihan
·         Mengidentifikasi ciri-ciri paragraf yang berpola deduktif
Tulis
Tagihan
·         Mendaftar butir-butir yang merupakan gagasan pendukung
Tulis
Tagihan

4.      Instrumen
Bacalah kutipan artikel berikut!
                                                                 Efek Rumah Kaca
Segala sumber energi yang terdapat di bumi berasal dari matahari. Sebagian besar energi tersebut dalam bentuk radiasi gelombang pendek, termasuk cahaya tampak. Ketika mengenai permukaan bumi, energi berubah dari cahaya menjadi panas yang menghangatkan bumi. Permukaan bumi akan menyerap sebagian panas dan memantulkan kembali sisanya. Sebagian dari panas ini sebagi radiasi infra merah gelombang panjang ke angkasa luar. Namun, sebagian panas tetap terperangkap di atmosfer bumi akibat menumpuknya jumlah gas rumah kaca antara lain uap air, karbondioksida dan metana yang menjadi perangkap gelombang radiasi ini.gas-gas ini menyerap dan memantulkan kembali radiasi gelombang yang dipancarkan bumi. Akibatnya panas akan tersimpan di permukaan bumi. Hal tersebut terjadi berulang-ulang dan mengakibatkan suhu rata-rata  tahunan bumi terus meningkat.
Gas-gas tersebut berfungsi sebagaimana kaca dalam rumah kaca. Dengan semakin meningkatnya konsenterasi gas-gas ini di atmosfer, semakin banyak panas yang terperangkap di bawahnya. Sebenarnya, efek rumah kaca ini sangat dibutuhkan oleh segala mahkluk hidup yang ada di bumi, karena tanpanya planet ini akan menjadi sangat dingin. Dengan temperatur rata-rata sebesar 15˚C (59˚F), bumi sebenarnya telah lebih panas 33˚C (59˚F) dengan efek rumah kaca (tanpanya suhu bumi hanya -18˚C sehingga es akan menutupi seluruh permukaan bumi). Akibatnya jumlah gas-gas tersebut telah berlebihan di atmosfer, pemanasan global menjadi akibatnya.
Kenaikan suhu global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan.misalnya naiknya permukaan air laut, meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrim, serta perubahan jumlah dan pola presipitasi. Akibat-akibat pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser dan punahnya berbagai jenis hewan     Beberapa hal yang masih diragukan para ilmuwan adalah jumlah pemanasan yang diperkirakan akan terjadi pada masa depan dan bagaimana pemanasan serta perubahan-perubahan yang terjadi tersebut akan bervariasi dari satu daerah ke daerah yang lain. Hingga saat ini masih terjadi perbedaan politik dan publik di dunia mengenai tindakan yang harus dilakukan untuk mengurangi atau membalikkan pemanasan lebih lanjut. Sebagian besar Negara-negara di dunia telah menandatangani dan meratifikasi Protokol Kyoto yang mengarah pada pengurangan emisi gas-gas rumah kaca.
·         Bentuk Soal
Berdasarkan artikel di atas, sebutkan pola pengembangan dan ide pokok pada setiap paragraf!
·         Jawaban
·         Paragraf 1 : deduktif
Sumber Energi Yang Terdapat Di Bumi Berasal Dari Matahari
·         Paragraf 2 : campuran
Gas-gas tersebut berfungsi sebagaimana kaca dalam rumah kaca
pemanasan global menjadi akibatnya
·         Paragraf 3 : deduktif
Kenaikan suhu global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan

i.            Pedoman Penskoran
No.

 Komponen

Deskriptor

Skor

Bobot

Skor X Bobot

Catatan
1.
Menemukan kalimat utama dan kalimat penjelas dalam  paragraf
  a.Dapat menemukan kalimat utama  dan kalimat penjelas pada semua paragraf
b.Hanya dapat menemukan kalimat utama  dan  kalimat penjelas pada beberapa  paragraf .
c.Tidak dapat menemukan  kalimat utama dan kalimat penjelas dalam paragraf.  
3


2


0
   5
2
Menemukan paragraf yang berpola deduktif dan induktif
a.Dapat menemukan paragraf yang berpola deduktif dan induktif  pada semua paragraf
b.Hanya dapat menemukan paragraf yang berpola deduktif dan induktif  pada beberapa  paragraf .
c.Tidak dapat menemukan  paragraf yang berpola deduktif dan induktif  pada semua paragraph  

3


2


0

  5
Jumlah

Catatan :  0 = Sangat kurang 
2  = kurang  
3 = baik 

Cara Pemberian Nilai
Rumus :
nilai = (skor perolehan siswa)/(skor maksimum) X 100

Mengetahui,
Kepala SMAN 1 Baregbeg


Sudarman, S.Pd., M.Pd
195907101986031013
Ciamis,   Oktober 2012
Guru Mata Pelajaran


Shinta Rini, S.Pd
197912092003122004












RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

A.    IDENTITAS
Nama Sekolah             : SMA N 1 Baregbeg
Mata Pelajaran            : Bahasa Indonesia
Kelas/Semester            : XII / 2
Aspek                          : Menulis
Alokasi waktu             : 2 X 45 Menit (1 X Pertemuan)

B.     STANDAR KOMPETENSI
12. Mengungkapkan pikiran, pendapat, dan informasi dalam penulisan karangan berpola

C.     KOMPETENSI DASAR
12.1 Menulis karangan berdasarkan topik tertentu dengan pola pengembangan deduktif dan induktif

D.    INDIKATOR
·         Menulis karangan yang berpola deduktif dan induktif berdasarkan kerangka
·         Menyunting karangan deduktif induktif

E.     TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah kegiatan belajar mengajar siswa dapat:
·         Menulis karangan yang berpola deduktif dan induktif berdasarkan kerangka
·         Menyunting karangan berpola deduktif induktif

F.      KARAKTER YANG DIHARAPKAN
·         Religius
·         Disiplin
·         Kesopanan
·         Berani
·         Komunikatif
·         Cermat
·         Aktif
·         Mandiri
·         Kerjasama
·         Kreatif
·         Kritis

G.    DESKRIPSI MATERI PEMBELAJARAN
Dalam sebuah paragraf harus ada satu ide pokok yang jelas. Dari gagasan utama inilah gagasan-gagasan penjelas atau pendukung mudah dikembangkan. Pengembangannya dapat dilakukan dengan pola deduktif dan induktif.
Ciri-ciri kalimat utama adalah sebagai berikut:
Ø  Mengandung permasalahan yang potensial untuk dirinci dan diuraikan lebih lanjut.
Ø  Merupakan kalimat lengkap yang dapat berdiri sendiri.
Ø  Mempunyai arti yang cukup jelas tanpa harus dihubungkan denfan phak lain.
Ø  Dapat berbentuk tanpa bantuan kata sambung (penghubung atau transisi).
Selanjutnya, anda dapat memperhatikan ciri-ciri kalimat penjelas, antara lain:
Ø  Merupakan kalimat yang idak dapat berdiri sendiri (dari segi arti).
Ø  Arti kalimat ini kadang-kadang baru jelas setelah dihubungkan dengan kalimat lain.
Ø  Pembentuknya sering memerlukan bantuan kata sambung atau frase penghubung atau transisi.
Ø  Isinya berupa rincian, keterangan, contoh, dan tambahan lain yang bersifat mendukung kalimat topik.

Contoh karangan induktif :
Pernahkah Anda melihat sebuah mobil melintas di jalanan dengan nomor B 1 MA, S 1
TA, B 10 LA, atau AB 999 HB? Di lingkungan kepolisian nomor-nomor itu disebut
nomor cantik. Seiring dengan meningkatnya gaya hidup, permintaan nomor cantik ini
ikut meningkat. Ada kebanggaan tersendiri bagi masyarakat yang bisa mendapatkan
nomor cantik apalagi jika nomor tersebut sama dengan nama pemilik mobil, misalnya
N 1 TA.
                     Contoh karangan deduktif :
Di Indonesia ada 7.500-an tumbuhan yang dibudidayakan dan dimanfaatkan. Salah
satu di antaranya adalah tanaman bunga. Daripadanya dapat diperoleh zat pewarna
alami. Dari bunga mawar, misalnya, dapat diperoleh warna merah tua, pink atau merah
muda, ungu, atau kuning. Dari bunga kana diperoleh merah tua, atau kuning. Dari
kembang sepatu diperoleh warna merah muda, atau kuning. Semuanya aman bagi
kesehatan (Jawa Pos, 23 Agustus 2006).

H.    STRATEGI PEMBELAJARAN
1.      Model Pembelajaran         : Communicative learning
2.      Pendekatan                       : 4 pilar pembelajaran
3.      Metode Pembelajaran       : Model melanjutkan cerita

I.       LANGKAH-LANGKAH  PEMBELAJARAN
1.      Kegiatan awal
a. Siswa menjawab salam (religius)
b. Siswa berdoa (religius)
c. Siswa merespon pertanyaan guru tentang kehadiran (disiplin)
2.      Kegiatan inti
·    Tahap Eksplorasi
a.       Siswa menjawab pertanyaan yang diajukan guru tentamg materi sebelumnya yang berkaitan dengan materi menulis karangan berdasarkan topik tertent dengan pola pengembangan deduktif san induktif.(berani, sungguh-sungguh, komunikatif).
b.      Siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai tujuan pembelajaran yang harus dicapai selama dan setelah mengikuti pembelajaran yang akan dilaksanakan.
·      Tahap Elaborasi
a.       Guru memberikan sebuah kalimat utama dalam setiap paragraf, yang kemudian dikembangkan oleh siswa, agar menjadi sebuah karangan dediktif dan induktif.
b.      Guru meminta masing-masing siswa membacakan hasil tulisannya.
c.       Guru meminta siswa lain menganalisis hasil tulsan siswa.
·  Tahap Konfirmasi
a.       Siswa dan guru menyimpulkan hasil diskusi (kreatif, kritis)
b.      Guru menugaskan masing-masing siswa untuk merumuskan hasil diskusi dalam buku kerja siswa.
3.      Kegiatan akhir
a.       Siswa merefleksikan nilai-nilai serta kecakapan hidup yang dapat dipetik dari pembelajaran.

J.       ALAT DAN SUMBER BAHAN
1.      Sumber buku                       
·           Judul Buku                       : Kompetensi Bahasa dan Sastra Indonesia XII SMA
Pengarang                         : Tim Edukatif
·         Penerbit                             : Erlangga
·         Tahun                                : 2008
2.      Alat Bantu
3.      Media                                   : contoh karangan

K.    PENILAIAN
1.      Teknik                               : tes tulis
2.      Bentuk instumen               : tagihan hasil karya, observasi
3.      Kisi-kisi
No
Indikator Pencapaian Kompetensi
Penilaian
Teknik
Bentuk
1.
·       Menulis karangan yang berpola deduktif dan induktif berdasarkan kerangka
Tulis
Tagihan Hasil Karya
2.
·         Menyunting karangan deduktif induktif

Tulis
Observasi

4.      Instrumen
Bentuk soal
a.       Tulis  karangan yang berpola deduktif dan induktif berdasarkan kerangka!
b.      Sunting karangan berpola deduktif induktif
Jawaban
a.       1. induktif
Jangankan masyarakat awam, dokter, atau mereka yang ahli dalam bidang obat-obatan pun sulit membedakan antara obat palsu dan asli. Tidak hanya kemasannya yang tampak sama. Warna obatnya juga sangat mirip obat asli. Bahkan, bau dan rasanya nyaris sama. Faktanya, obat palsu memang sangat sulit dibedakan dari yang asli.

2        Deduktif
Faktanya, obat palsu sangat sulit dibedakan dari yang asli. Jangankan masyarakat  awam, dokter, atau mereka yang ahli dalam bidang obat-obatan pun sulit membedakan
mana obat palsu dan mana yang asli. Tidak hanya kemasannya yang tampak sama. Warna obatnya juga sangat mirip obat asli. Bahkan, bau dan rasanya nyaris sama.

b.      Observasi siswa




5.      Penskoran
No
Nama
Karangan Deduktif
Karangan Deduktif
Menyunting
Karangan

















Mengetahui,
Kepala SMAN 1 Baregbeg


Sudarman, S.Pd., M.Pd
195907101986031013
Ciamis,   Oktober 2012
Guru Mata Pelajaran


Shinta Rini, S.Pd
197912092003122004














RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

A.    IDENTITAS
Nama Sekolah             : SMA N 1 Baregbeg
Mata Pelajaran            : Bahasa Indonesia
Kelas/Semester            : XII / 2
Aspek                          : Menulis
Alokasi waktu             : 2 X 45 Menit

B.     STANDAR KOMPETENSI
12    Mengungkapkan fikiran, pendapat, dan informasi dalam penulisan karangan berpola

C.     KOMPETENSI DASAR
12.2 Menulis esai berdasarkan topik tertentu dengan pola pengembangan pembuka, isi, dan penutup

D.    INDIKATOR
·         Menentukan topik untuk menulis esai
·         Menyusun kerangka esai dengan memperhatikan pola pengembangan pembuka, isi, dan penutup
·         Menyusun paragraf pembukaan
·         Menuliskan isi ke dalam beberapa paragraf
·         Menyusun paragraf tertutup
·         Memperbaiki tulisan (dengan mempertimbangkan diksi, kejelasan kalimat, ejaan dan tanda baca)

E.     TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah kegiatan belajar mengajar siswa dapat:
·         Menentukan topik untuk menulis esai
·         Menyusun kerangka esai dengan memperhatikan pola pengembangan pembuka, isi, dan penutup
·         Menyusun paragraf pembukaan
·         Menuliskan isi ke dalam beberapa paragraf
·         Menyusun paragraf tertutup
·         Memperbaiki tulisan (dengan mempertimbangkan diksi, kejelasan kalimat, ejaan dan tanda baca)

F.      KARAKTER YANG DIHARAPKAN
·         Religius
·         Disiplin
·         Kesopanan
·         Berani
·         Komunikatif
·         Cermat
·         Aktif
·         Mandiri
·         Kerjasama
·         Kreatif
·         Kritis

G.    DESKRIPSI MATERI PEMBELAJARAN
Esai adalah bentuk karangan prosa yang membahas suatu pokok permasalahan secara sepintas lalu dari sudut pandang pribadi penulisnya. Perbedaan antara esai dan artikel opini sangat tipis. Esai merupakan entuk dari opini penulis. Jadi, esai merupakan bentuk sedangkan isi esai adalah opini penulis menenai isu-isu aktual yang sedang dibicarakan masyarakat.
Esai dapat tersusun dari sistematika,
·         Paragraf terbuka yang berisi penjelasan awal  untuk membantu pembaca memahami posisi topik yang dibicarakan.
·         Paragraf inti yang berisi ulasan tentang sebuah topik.
·         Paragraf tertutup yang berisi simpulan dari ulasan yang telah diberikan.
3 jenis esai, yaitu esai cerita, esai lukisan, dan esai ulasan.
·         Esai cerita adalah bentuk karangan esai isinya merupakan suatu kisah atau cerita. Dalam esai ini, penulis membahas suatu pokok permasalahan yang dikemas dalam pola naratif.
·         Esai lukisan adalah bentuk karangan esai yang isinya merupakan suatu gambaran atau pelukisan mengenai suatu hal yang diangkat sebagai pokok persoalan.
·         Esai ulasan adalah bentukkarangan esai yang isinya berupa paparan atau uraian mengenai suatu pokok persoalan.
Esai ulasan diklasifikasikan menjadi ulasan abstrak, ulasan deskriftif-reflektif, dan ulasan argumentatif

Contoh esai
Angkat Keripik Nanas Jadi Makanan Khas
Oleh Neli Triana
Kios etalase keripik nanas milik Muslimin (50) hampir dua kali terlewati ketika sambil berkendara roda dua kami bolak-balik mencarinya di Jalan Pekanbaru-Bangkinang, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Rasa penasaran ingin mencoba makanan khas Kampar yang tersohor di seluruh Provinsi Riau dan telah merambah negeri tetangga itulah yang menjadi motivasi kami menyusuri perjalanan sepanjang sekitar 30 kilometer.
Agak kaget ketika yang tampak hanyalah bangunan kecil berukuran lebar tiga meter dan panjang enam meter yang berfungsi sebagai toko sekaligus dapur pembuatan keripik nanas. Muslimin yang hanya mengenakan kaus singlet sibuk melayani pembeli maupun
penyetor buah nanas segar. Tampak berkeringat dan sedikit lelah, tetapi bapak lima anak ini ramah menerima kedatangan tamunya.
Muslimin lalu berkisah tentang perjuangannya dari petani nanas biasa hingga menjadi pembuat keripik nanas yang kemudian menjadi komoditas andalan Kampar. Laki-laki paruh baya penduduk asli Kampar ini sejak tahun 1997 terjun sebagai petani nanas. Sebelumnya dia telah malang melintang di dunia pertanian dan selalu merasa tak mendapatkan hasil yang memuaskan.
Pada masa-masa ekonomi sulit, tepat setelah masa reformasi, ia terjun ke bidang pertanian nanas dengan alasan yang sama seperti alasan ratusan petani nanas lain di Desa Kualu Nanas, Kecamatan Kampar. Nanas telah dikenal di daerah ini sejak berpuluh tahun silam. Tanaman nanas ditemukan di lahan ratusan hektare yang tersebar mengitari permukiman.
Dulu, masyarakat membiarkan saja nanas tumbuh subur sebagai tanaman liar. Mereka memanfaatkannya hanya untuk konsumsi sendiri. Lama kelamaan buah kuning oranye bermahkota ini pun diminati orang dan mulai terjadi transaksi jual beli yang memicu tumbuhnya perkebunan nanas.
Celah peningkatan ekonomi itu bak pancingan yang segera disambut. Warga desa beramai-ramai membuka perkebunan nanas, bahkan perusahaan di bidang agrobisnis pun mengapling tanah membangun perkebunan, di samping juga menyerap hasil budidaya warga setempat.
Selain saat musim panen besar pada Juni-Juli dan pada akhir tahun, buah nanas hampir setiap hari dapat dipetik. Warga setempat cukup memajang buah nanasnya di pinggir Jalan Pekanbaru-Bangkinang. Pengguna jalan yang tertarik langsung berhenti dan membeli buah segar tersebut.

H.    STRATEGI PEMBELAJARAN
1.      Model Pembelajaran         : Communicative learning
2.      Pendekatan                       : 4 pilar pembelajaran
3.      Metode Pembelajaran       : Model melanjutkan cerita

I.       LANGKAH-LANGKAH  PEMBELAJARAN
1.      Kegiatan awal
a. Siswa menjawab salam (religius)
b. Siswa berdoa (religius)
c. Siswa merespon pertanyaan guru tentang kehadiran (disiplin)
2.      Kegiatan inti
·    Tahap Eksplorasi
c.       Siswa menjawab pertanyaan yang diajukan guru tentamg materi sebelumnya yang berkaitan dengan materi menulis karangan berdasarkan topik tertent dengan pola pengembangan deduktif san induktif.(berani, sungguh-sungguh, komunikatif).
d.      Siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai tujuan pembelajaran yang harus dicapai selama dan setelah mengikuti pembelajaran yang akan dilaksanakan.

·      Tahap Elaborasi
d.      Guru memberikan sebuah kalimat utama dalam setiap paragraf, yang kemudian dikembangkan oleh siswa, agar menjadi sebuah karangan dediktif dan induktif.
e.       Guru meminta masing-masing siswa membacakan hasil tulisannya.
f.       Guru meminta siswa lain menganalisis hasil tulsan siswa.


·  Tahap Konfirmasi
c.       Siswa dan guru menyimpulkan hasil diskusi (kreatif, kritis)
d.      Guru menugaskan masing-masing siswa untuk merumuskan hasil diskusi dalam buku kerja siswa.
3.      Kegiatan akhir
b.      Siswa merefleksikan nilai-nilai serta kecakapan hidup yang dapat dipetik dari pembelajaran

J.       ALAT DAN SUMBER BAHAN
4.      Sumber buku                        :
·           Judul Buku                       : Kompetensi Bahasa dan Sastra Indonesia XII SMA
Pengarang                         : Tim Edukatif
·         Penerbit                             : Erlangga
·         Tahun                                : 2008
5.      Alat Bantu                           : -
6.      Media                                   : contoh karangan

K.    PENILAIAN
1.      Tehnik                               : Tes tulis
2.      Bentuk instumen               : Tagihan Hasil Karya
3.      Kisi-kisi

Indikator Pencapaian Kompetensi
Penilaian
Teknik
Bentuk
·         Menentukan topik untuk menulis esai



Tulis

·         Menyusun kerangka esai dengan memperhatikan pola pengembangan pembuka, isi, dan penutup

Tagihan Hasil Karya
·         Menyusun paragraf pembukaan
·         Menuliskan isi ke dalam beberapa paragraph
·         Menyusun paragraf tertutup
·         Memperbaiki tulisan (dengan mempertimbangkan diksi, kejelasan kalimat, ejaan dan tanda baca)

4.      Instrumen
5.      Bentuk Soal
a.       Tentukan topik untuk menulis esai
b.      Susunlah kerangka esai dengan memperhatikan pola pengembangan pembuka, isi, dan penutup, paragraf pembukaan
c.       Tuliskan isi ke dalam beberapa paragraf dan susunlah paragraf tertutup
d.      Perbaiki tulisan (dengan mempertimbangkan diksi, kejelasan kalimat, ejaan dan tanda baca)

6.      Jawaban
a.       Pahlawan
b.      Pembukaan, isi, penutup
c.       Contoh esai
Jakob Sumardjo
Gerombolan sebagai Pahlawan
Bangsa Indonesia jelas tidak pernah kekurangan pahlawan sejak zaman Sultan Agung, Hasanuddin, dalam abad ke-17 sampai Pangeran Diponegoro. Begitu pula sejak dokter Wahidin Sudirohusodo sampai Yos Sudarso, dalam abad ke-20. Tetapi, sejak kemerdekaan, sekitar tahun 1950-an, populasi pahlawan makin surut. Yang terjadi adalah gelombang pemberontakan dan kerusuhan sampai tahun 1965. Dalam pemandangan di atas tampak bahwa pahlawan-pahlawan kita tumbuh dengan subur ketika kita mempunyai musuh yang jelas, yakni penjajah Belanda. Siapa pun yang bisa membawa kepala Belanda bisa disebut ‘’pahlawan.” Deretan pahlawan kita itu (yang gambargambarnya digantung di dinding-dinding kelas sekolah-sekolah kita) rata-rata adalah raja-raja atau kaum elit istana. Mengapa mereka melawan penjajah Belanda, tentu memiliki alasanalasannya sendiri. Alasan “membela kepentingan rakyat” tentu saja juga ada, dan itulah sebabnya mereka kita sebut pahlawan.
(Taufiq Ismail dkk, Horison Esai Indonesia Kitab 1).
d.      Observasi

7.      Penskoran
No
Nama
Penulisan Esai (60-90)
Suntingan
(60-90)














Mengetahui,
Kepala SMAN 1 Baregbeg


Sudarman, S.Pd., M.Pd
195907101986031013
Ciamis,   Oktober 2012
Guru Mata Pelajaran


Shinta Rini, S.Pd
197912092003122004







RPP Berkaraker Kelas XII (Bagian ke-5)
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

Cari Materi Pelajaran Lain

Terpopuler

Langganan Youtube

Powered by Blogger.
 
Support : Designer | Organized | Chanel
Copyright © 2013. Pelajaran Bahasa Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger